Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
INTAN MUTIA SARI, PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, BI RATE DAN INFLASI TERHADAP INVESTASI HIJAU DI INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2026

Abstrak judul : pengaruh jumlah uang beredar, bi rate dan inflasi terhadap investasi hijau di indonesia penulis : intan mutia sari ni : 2201101010154 fakultas/jurusan ; fakultas ekonomi dan bisnis/eknomi pembangunan pembmbing i : dr. muhammad abrar s.e., m.si. pembimbing ii : fitriyani s.e., m.sc konsentrasi : eknomi moneter penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi terhadap investasi hijau yang padat modal di indonesia. menggunakan metode autoregressive distributed lag (ardl), penelitian ini menguji dinamika hubungan jangka pendek dan jangka panjang dengan menempatkan jumlah uang beredar (m2), bi rate, dan inflasi sebagai variabel independen, serta investasi hijau sebagai variabel dependen. mekanisme transmisi kebijakan moneter dalam penelitian ini bekerja melalui jalur utama yaitu, jalur biaya modal. hasil estimasi empiris menunjukkan bahwa jumlah uang beredar (m2) melalui jalur likuiditas berkontribusi positif dan sangat signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dalam mendorong investasi hijau. hal ini membuktikan bahwa ekspansi likuiditas perbankan nasional sukses mempermudah akses pembiayaan bagi investasi hijau yang membutuhkan dana skala besar. sebaliknya, melalui jalur biaya modal, bi rate ditemukan memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan pada periode berjalan baik jangka pendek maupun jangka panjang. hal ini mencerminkan adanya efek tunda yang panjang dalam penyesuaian suku bunga perbankan komersial, sehingga keputusan ekspansi modal jangka panjang tidak serta-merta reaktif terhadap fluktuasi jangka pendek suku bunga acuan. sementara itu, tingkat inflasi secara konsisten menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, lonjakan harga domestik bertindak sebagai guncangan (price shock) yang secara instan pada periode berjalan meningkatkan premi risiko operasional serta mengikis proyeksi margin keuntungan (net present value) para investor. penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas jalur transmisi moneter yang ditopang oleh stabilitas harga domestik dan pelonggaran likuiditas makroekonomi merupakan determinan krusial dalam menjaga investasi hijau di indonesia. kata kunci: investasi hijau, kebijakan moneter, jumlah uang beredar, bi rate, inflasi, ardl, stabilitas makroekonomi.


Baca Juga : ANALISIS INFLASI DI INDONESIA (Kiki Handriyani, 2020)


Abstract

ABSTRACT Title :The Impact of Money Supply, BI Rate, and Inflation on Green Investment in Indonesia Author : Intan Mutia Sari Student ID : 2201101010154 Faculty/Major : Faculty of Economics and Business/Development Economics First Advisor : Dr. Muhammad Abrar S.E., M.Si. Second Advisor : Fitriyani S.E., M.Sc Concentration : Monetary Economics This study This study aims to analyze the effect of monetary policy and macroeconomic stability on capital-intensive green investment in Indonesia. Utilizing the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method, this research examines the short-term and long-term dynamics by positioning the Broad Money Supply (M2), the BI Rate, and inflation as independent variables, with green investment as the dependent variable. The monetary policy transmission mechanism in this study operates through a primary channel, namely the cost of capital channel. Empirical estimation results show that the Broad Money Supply (M2), via the liquidity channel, contributes positively and highly significantly in both the short and long term to promoting green investment. This proves that the expansion of national banking liquidity successfully facilitates access to financing for green investments requiring large-scale funding. Conversely, through the cost of capital channel, the BI Rate is found to have a negative but insignificant effect during the current period in both the short and long term. This reflects a lengthy time lag in the adjustment of commercial banking interest rates, indicating that long-term capital expansion decisions are not immediately reactive to short-term fluctuations in the benchmark interest rate. Meanwhile, the inflation rate consistently shows a negative and significant effect in both the short and long term; domestic price spikes act as a price shock that instantly increases operational risk premiums and erodes investors' projected profit margins (Net Present Value). This study concludes that the effectiveness of the monetary transmission channel, supported by domestic price stability and macroeconomic liquidity easing, is a crucial determinant in sustaining green investment in Indonesia. Keywords: Green Investment, Monetary Policy, Money Supply, BI Rate, Inflation, ARDL, Macroeconomic Stability.



    SERVICES DESK