Abstrak az-zuhra. (2026).proses pembuatan songket motif aceh oleh songket aceh kreasi jasmani di desa mireuk taman: studi teknik dan tahapan produksi. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pembuatan songket motif aceh yang diterapkan oleh songket aceh kreasi jasmani di desa mireuk taman, kecamatan darussalam, kabupaten aceh besar. songket aceh merupakan salah satu warisan budaya bernilai seni dan filosofi tinggi yang keberadaannya kini terancam oleh modernisasi dan berkurangnya regenerasi pengrajin. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan songket motif aceh terdiri dari lima tahapan utama, yaitu peuglah beuneung sutera (penggulungan benang), seumiweut (penghanian benang lungsi), peuget idong (pembuatan simpul benang lungsi), dong teupeun (pelilitan benang pada batang kumparan), dan nyulek motif (menenun sekaligus mendesain motif khas aceh dengan benang emas atau perak). seluruh tahapan dikerjakan secara manual menggunakan alat tenun bukan mesin (atbm), dengan capaian produksi sekitar 15 cm per hari dan membutuhkan waktu hingga satu bulan untuk menyelesaikan satu kain berukuran sepuluh meter. motif yang diproduksi antara lain pinto aceh, bungong geulima, pucok meuria, bungong muluw merante, awan berarak, pucuk rebung, dan motif kaligrafi yang sarat nilai filosofis dan keislaman. usaha ini menghadapi kendala berupa keterbatasan bahan baku, minimnya tenaga pengrajin terampil, dan waktu produksi yang relatif lama, namun tetap berupaya bertahan melalui pembinaan dan pelatihan tenun serta menjadi destinasi kunjungan budaya bagi wisatawan dan peneliti asing. penelitian ini diharapkan dapat menjadi dokumentasi dan referensi bagi pelestarian songket aceh. kata kunci: songket aceh, motif aceh, teknik pembuatan, songket aceh kreasi jasmani, desa mireuk taman
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROSES PEMBUATAN SONGKET MOTIF ACEH OLEH SONGKET ACEH KREASI JASMANI DI DESA MIREUK TAMAN: STUDI TEKNIK DAN TAHAPAN PRODUKSI. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1),2026
Baca Juga : PENERAPAN MOTIF SONGKET ACEH DENGAN TEKNIK BORDIR PADA PRODUK FASHION (RISKA MAISARAH, 2022)
Abstract
ABSTRACT Az-Zuhra. (2026). The Process of Making Aceh-Style Songket by Songket Aceh Kreasi Jasmani in Mireuk Taman Village: aSstudy of Techniques and Production Stages. [Thesis. Syiah Kuala University]. Supervised by This study aims to examine the techniques used in the production of Acehnese-patterned songket as practiced by Songket Aceh Kreasi Jasmani in Mireuk Taman Village, Darussalam Subdistrict, Aceh Besar Regency. Acehnese songket is a cultural heritage of high artistic and philosophical value, whose existence is now threatened by modernization and a decline in the number of new artisans. This study employs a qualitative approach using a descriptive research design, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that the process of making Acehnese-patterned songket consists of five main stages: peuglah beuneung sutera (winding the silk thread), seumiweut (preparing the weft threads), peuget idong (tying knots in the weft threads), dong teupeun (winding the threads onto the bobbin), and nyulek motif (weaving while designing distinctive Acehnese motifs with gold or silver threads). All stages are carried out manually using a handloom (ATBM), with a production rate of about 15 cm per day; it takes up to one month to complete a single 10-meter-long piece of fabric. The motifs produced include Pinto Aceh, Bungong Geulima, Pucok Meuria, Bungong Muluw Merante, Awan Berarak, Pucuk Rebung, and calligraphic motifs rich in philosophical and Islamic values. This enterprise faces challenges such as limited raw materials, a shortage of skilled artisans, and relatively long production times; however, it continues to thrive through weaving workshops and training programs and has become a cultural destination for foreign tourists and researchers. This study is expected to serve as documentation and a reference for the preservation of Acehnese songket. Keywords: Acehnese songket, Acehnese motifs, weaving techniques, Jasmani-style Acehnese songket, Mireuk Taman Village
Baca Juga : NYAK MU, MAESTRO PENGRAJIN SONGKET ACEH (1933 – 2009) (MAULINDA YANI, 2018)