Demam berdarah dengue (dbd) merupakan penyakit berbasis vektor yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat utama di kota banda aceh, dengan pola kejadian yang bersifat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor iklim. penelitian ini bertujuan untuk membangun model dan meramalkan kasus dbd menggunakan pendekatan autoregressive integrated moving average with exogenous variables (arimax), menganalisis pengaruh variabel iklim terhadap kejadian dbd, serta menghasilkan ramalan kasus dbd di kota banda aceh untuk periode januari hingga desember 2026. data yang digunakan adalah data sekunder bulanan periode januari 2010 hingga desember 2025 yang bersumber dari dinas kesehatan kota banda aceh dan nasa power, dengan variabel dependen berupa jumlah kasus dbd bulanan dan empat variabel eksogen berupa curah hujan (x₁), kelembapan (x₂), temperatur udara (x₃), dan kecepatan angin (x₄). data ditransformasi menggunakan ln (1 + y) untuk menstabilkan varians, kemudian dibagi menjadi data training (80%) dan testing (20%). proses pemodelan dilakukan melalui tahapan identifikasi orde, estimasi parameter menggunakan maximum likelihood estimation (mle), serta uji diagnostik residual yang meliputi uji shapiro–wilk dan uji ljung–box. hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa seluruh variabel prediktor bebas dari masalah multikolinearitas dengan nilai vif di bawah 5. berdasarkan uji signifikansi parameter, variabel curah hujan (x₁) dan kecepatan angin (x₄) dieliminasi karena tidak signifikan, sehingga model akhir hanya menggunakan kelembapan (x₂) dan temperatur (x₃) sebagai variabel eksogen. dari 15 model kandidat yang dievaluasi, model arimax (3,0,2) terpilih sebagai model terbaik berdasarkan nilai aic terkecil sebesar 289,790 dengan seluruh komponen arima yang signifikan secara statistik dan variabel kelembapan yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kejadian dbd. evaluasi akurasi menghasilkan nilai mae sebesar 8,762, rmse sebesar 14,683, dan mape sebesar 33,367% yang tergolong dalam kategori cukup. hasil peramalan menunjukkan bahwa kasus dbd di kota banda aceh pada tahun 2026 diperkirakan berkisar antara 17 hingga 44 kasus per bulan, dengan puncak tertinggi pada bulan januari sebesar 44 kasus.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMODELAN DAN PERAMALAN DEMAM BERDARAH DENGUE MENGGUNAKAN ARIMAX DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas MIPA Statistika,2026
Baca Juga : HUBUNGAN KADAR TROMBOSIT DAN KREATININ DENGAN DERAJAT KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN ANAK DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (INTAN MULIA, 2024)
Abstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in Banda Aceh City, characterized by highly fluctuating incidence patterns influenced by various climatic factors. This study aims to develop a modeling and forecasting approach for DHF cases using the Autoregressive Integrated Moving Average with Exogenous Variables (ARIMAX) method, to analyze the influence of climatic variables on DHF incidence, and to generate DHF case forecasts for Banda Aceh City covering the period of January to December 2026. Monthly secondary data spanning January 2010 to December 2025 were obtained from the Banda Aceh City Health Office and NASA POWER, comprising monthly DHF case counts as the dependent variable and four exogenous variables: rainfall (X₁), air humidity (X₂), air temperature (X₃), and wind speed (X₄). The data were transformed using ln (1 + y) to stabilize variance, then split into training (80%) and testing (20%) sets. The modeling procedure involved order identification, parameter estimation using Maximum Likelihood Estimation (MLE), and residual diagnostic tests including the Shapiro–Wilk normality test and the Ljung–Box white noise test. Multicollinearity assessment indicated that all predictor variables were free from serious multicollinearity issues, with VIF values below 5. Based on parameter significance testing, rainfall (X₁) and wind speed (X₄) were eliminated due to their statistical insignificance, leaving humidity (X₂) and temperature (X₃) as the retained exogenous variables. Among 15 candidate models evaluated, ARIMAX (3,0,2) was selected as the best model based on the lowest AIC value of 289.790, with all ARIMA components statistically significant and humidity proven to have a significant effect on DHF incidence. Accuracy evaluation yielded MAE of 8.762, RMSE of 14.683, and MAPE of 33.367%, which falls into the adequate category. Forecasting results indicate that DHF cases in Banda Aceh City throughout 2026 are projected to range between 17 and 44 cases per month, with the highest peak occurring in January at 44 cases.
Baca Juga : HUBUNGAN GOLONGAN DARAH ABO TERHADAP INFEKSI VIRUS DENGUE (Achmad Kurniawan Almi, 2014)