Penentuan prioritas rehabilitasi jaringan irigasi pada daerah irigasi di kecamatan lhoong kabupaten aceh besar dengan metode ahp-topsis dan ahp-saw oleh: safinatun najah nim. 2404201010011 komisi pembimbing: 1. dr. ir. cut dwi refika, s.t., m.eng. 2. dr. ir. ahmad reza kasury, s.t., m.eng., ipm abstrak irigasi merupakan komponen penting dalam menunjang sektor pertanian dan menjamin ketahanan pangan nasional. seiring berjalannya waktu banyak jaringan irigasi mengalami kerusakan, seperti di kecamatan lhoong kabupaten aceh besar. sebagian besar jaringan irigasi di wilayah ini mengalami kerusakan berat, seperti d.i blang bate beukah, d.i lam kura, dan d.i krueng kala sehingga membutuhkan rehabilitasi. keterbatasan kemampuan pemerintah kabupaten aceh besar dalam menangani seluruh daerah irigasi serta terbatasnya dana alokasi khusus (dak) menyebabkan pelaksanaan rehabilitasi harus dilakukan secara bertahap melalui sistem penentuan prioritas. penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi fisik jaringan irigasi pada tiga daerah irigasi di kecamatan lhoong dan menentukan prioritas rehabilitasi menggunakan sistem pendukung keputusan (spk). metode yang digunakan adalah ahp-topsis dan ahp-saw. kedua metode tersebut mengombinasikan penentuan bobot kriteria menggunakan ahp dan perangkingan menggunakan topsis maupun saw. kriteria yang digunakan dalam penentuan prioritas meliputi kondisi fisik, luas daerah irigasi, produktivitas pertanian dan ketersediaan air. hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik ketiga daerah irigasi tersebut termasuk dalam kategori rusak berat. persentase kerusakan sebesar 49,76% untuk d.i blang bate beukah, 48,23% untuk d.i lam kura, dan 40,28% untuk d.i krueng kala. prioritas rehabilitasi jaringan irigasi berdasarkan analisis kedua metode menunjukkan hasil yang berbeda. berdasarkan uji sensitivitas, metode ahp-saw terpilih sebagai metode yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini. urutan prioritas yang dihasilkan metode ini adalah d.i lam kura sebagai prioritas utama dengan nilai preferensi 0,882 selanjutnya d.i krueng kala dengan nilai preferensi 0,865 dan d.i blang bate beukah dengan nilai preferensi 0,860. kata kunci: jaringan irigasi, prioritas rehabilitasi, ahp, topsis, saw
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENENTUAN PRIORITAS REHABILITASI JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI DI KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR DENGAN METODE AHP-TOPSIS DAN AHP-SAW. Banda Aceh ,
Baca Juga : PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI TEKNIS CEMPA KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Habibi Ibrahim, 2024)
Abstract
Prioritization of Irrigation Network Rehabilitation in Irrigation Schemes of Lhoong District, Aceh Besar Regency, Using AHP-TOPSIS and AHP-SAW Methods by: Safinatun Najah Student Reg. No. 2404201010011 Supervisory Comission: 1. Dr. Ir. Cut Dwi Refika, S.T., M.Eng. 2. Dr. Ir. Ahmad Reza Kasury, S.T., M.Eng., IPM ABSTRACT Irrigation is an important component in sustaining the agricultural sector and ensuring national food security. Over time, many irrigation networks have been damaged, such as in Lhoong District, Aceh Besar Regency. A significant portion of the irrigation infrastructure in this region specifically the Blang Bate Beukah, Lam Kura, and Krueng Kala irrigation areas is classified as severely damaged, necessitating urgent rehabilitation. The limited capacity of the Aceh Besar Regency Government to rehabilitate all irrigation areas, coupled with the limited availability of the Special Allocation Fund (DAK), necessitates that rehabilitation be carried out in phases based on rehabilitation priorities. This study aims to assess the physical condition of irrigation networks in three irrigation areas in Lhoong District and determine rehabilitation priorities using a Decision Support System (DSS). The methods used were AHP-TOPSIS and AHP-SAW. Both methods combined the AHP for criteria weighting with TOPSIS and SAW for ranking. The prioritization criteria included the physical condition of irrigation structures, irrigation area, agricultural productivity, and water availability. The findings indicated that all three irrigation schemes were classified as severely damaged. The damage percentages were 49.76% for the Blang Bate Beukah Irrigation Scheme, 48.23% for the Lam Kura Irrigation Scheme, and 40.28% for the Krueng Kala Irrigation Scheme. The two methods produced different rehabilitation priority rankings for the irrigation schemes. Based on the sensitivity analysis, AHP-SAW was identified as the more robust method for this study. Based on this method, Lam Kura Irrigation Scheme was ranked as the highest rehabilitation priority with a preference value of 0.882, followed by Krueng Kala Irrigation Scheme (0.865) and Blang Bate Beukah Irrigation Scheme (0.860). Keywords: Irrigation Network, Rehabilitation Priority, AHP, TOPSIS, SAW
Baca Juga : SIKAP PETANI TERHADAP PENGELOLAAN IRIGASI DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR (SAFRINA, 2020)