Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
AFRIZAL MURDI, ANALISIS VEGETASI PADA KAWASAN EKOWISATA HUTAN MANGROVE DI KAWASAN LINDUNG KOTA LANGSA. Banda Aceh Fakultas Pertanian - Kehutanan,2026

Aceh dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam sekaligus potensi wisata yang cukup besar, salah satunya pada kota langsa. kota langsa turut mengembangkan berbagai destinasi wisata alam, salah satunya kawasan hutan mangrove yang berada di desa kuala langsa, tepatnya di pesisir kecamatan langsa barat. kawasan ini cukup populer dan banyak dikunjungi oleh masyarakat maupun wisatawan karena keindahan alamnya. untuk memahami kondisi ekosistemnya, analisis vegetasi mangrove menjadi hal yang penting, karena melalui parameter seperti kerapatan, frekuensi, dominansi, dan indeks nilai penting (inp), kita bisa melihat jenis mana yang mendominasi serta bagaimana proses regenerasi berlangsung secara alami. pada sisi lain, meningkatnya aktivitas wisata dan pemanfaatan kawasan ini juga berpotensi memberikan tekanan terhadap ekosistem mangrove, sehingga diperlukan data ilmiah yang akurat sebagai dasar dalam menjaga dan mengelola kawasan tersebut secara berkelanjutan. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah mangrove serta menghitung indeks nilai penting (inp), indeks keanekaragaman shannon-wiener (h’) dan indeks dominansi vegetasi mangrove. penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu metode pengambilan titik awal berdasarkan keinginan peneliti yang sebelumnya sudah dipertimbangkan berdasarkan lahan yang berisi vegetasi dan tegak lurus dengan arah pasang surut air laut. data yang dikumpulkan berupa keliling batang yang kemudian dikonversi menjadi diameter sebagai dasar analisis. parameter yang dihitung meliputi kerapatan, kerapatan relatif, dominansi, dan dominansi relatif, yang selanjutnya digunakan untuk menentukan indeks nilai penting (inp). selain itu, dilakukan perhitungan indeks keanekaragaman shannon-wiener dan indeks dominansi. data penelitian juga dilengkapi dengan parameter lingkungan berupa suhu, kelembapan, dan salinitas. hasil penelitian ini ditemukan jenis mangrove yang terdapat di lokasi penelitian yaitu 4 jenis terdiri dari jenis rhizophora apiculata 278 individu, rhizophora mucronata 140 individu, bruguiera gymnorrhiza 2 individu dan ceriops tagal 1 individu dari total 421 individu. inp mangrove pada strata semai yaitu rhizophora mucronata 145,58% dan rhizophora apiculata 54,42%. sedangkan pada strata pancang yaitu rhizophora apiculata 144,9%, rhizophora mucronata 43,9%, bruguiera gymnorrhiza 7,47% dan ceriops tagal 3,73%. adapun indeks keanekaragaman pada strata semai kategori rendah (0,47) dan pada strata pancang juga termasuk dalam kategori rendah (0,59). selanjutnya indeks dominansi pada strata semai termasuk dalam kategori dominansi rendah (0,0139). pada strata pancang termasuk dalam kategori sedang (0,630).



Abstract

Aceh is known as a region rich in natural resources and significant tourism potential, with Langsa City being a prime example. Langsa City has been developing various natural tourism destinations, notably the mangrove forest area in Kuala Langsa Village, located on the coast of West Langsa District. This area is popular among locals and tourists alike due to its natural beauty. Understanding the ecosystem's condition requires an analysis of mangrove vegetation; parameters such as density, frequency, dominance, and the Importance Value Index (IVI) allow us to identify dominant species and observe natural regeneration processes. Conversely, increasing tourism and area utilization may exert pressure on the mangrove ecosystem, necessitating accurate scientific data to underpin sustainable conservation and management efforts. This study aims to identify mangrove species and their abundance, as well as to calculate the Importance Value Index (IVI), the Shannon-Wiener Diversity Index (H’), and the dominance index of the mangrove vegetation. A purposive sampling method was employed, wherein sampling points were selected based on the presence of vegetation and positioned perpendicular to the tidal flow. Data collection involved measuring stem circumference, which was subsequently converted into diameter for analysis. Calculated parameters included density, relative density, dominance, and relative dominance, which were used to determine the Importance Value Index (IVI). Additionally, the Shannon-Wiener Diversity Index and the dominance index were calculated. The study also incorporated environmental parameters, specifically temperature, humidity, and salinity. The study identified four mangrove species at the research site, comprising a total of 421 individuals: *Rhizophora apiculata* (278 individuals), *Rhizophora mucronata* (140 individuals), *Bruguiera gymnorrhiza* (2 individuals), and *Ceriops tagal* (1 individual). The Importance Value Index (IVI) for mangroves in the seedling stratum was 145.58% for *Rhizophora mucronata* and 54.42% for *Rhizophora apiculata*. In the sapling stratum, the values ​​were 144.9% for *Rhizophora apiculata*, 43.9% for *Rhizophora mucronata*, 7.47% for *Bruguiera gymnorrhiza*, and 3.73% for *Ceriops tagal*. The diversity index fell into the low category for both the seedling stratum (0.47) and the sapling stratum (0.59). Furthermore, the dominance index for the seedling stratum fell into the low dominance category (0.0139), whereas for the sapling stratum, it fell into the moderate category (0.630).



    SERVICES DESK