Salak sabang merupakan varietas hortikultura lokal khas kota sabang yang telah terdaftar secara resmi melalui keputusan menteri pertanian nomor 356/kpts/pv.240/d/viii/2023. tanaman ini memiliki potensi ekonomi yang cukup besar sebagai komoditas unggulan daerah karena dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat serta pengembangan sektor pertanian lokal. kecamatan sukajaya sebagai daerah asal salak sabang memiliki kondisi lingkungan yang beragam, seperti perbedaan jenis tanah, kemiringan lereng, curah hujan, dan penggunaan lahan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. oleh karena itu, diperlukan evaluasi kesesuaian lahan untuk mengetahui tingkat kecocokan lahan dalam mendukung pengembangan tanaman salak sabang secara berkelanjutan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan bagi pengembangan tanaman salak sabang di kecamatan sukajaya berdasarkan karakteristik fisik lahan, mengidentifikasi faktor-faktor pembatas yang memengaruhi kesesuaian lahan, serta memetakan sebaran kelas kesesuaian lahan tanaman salak sabang berdasarkan satuan peta lahan (spl). melalui tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai potensi lahan yang tersedia untuk mendukung pengembangan komoditas lokal di wilayah penelitian. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total luas lahan yang dianalisis sebesar 2.732,16 ha, seluruh wilayah penelitian termasuk ke dalam kelas kesesuaian lahan sesuai marginal (s3) baik pada kesesuaian lahan aktual maupun potensial. faktor pembatas utama yang memengaruhi kesesuaian lahan adalah ketersediaan air (wa) yang dipengaruhi oleh curah hujan tahunan yang tinggi, yaitu sebesar 2.169,8 mm/tahun. selain itu, pada beberapa satuan peta lahan ditemukan faktor pembatas tambahan berupa ketersediaan oksigen (oa) akibat kondisi drainase yang kurang baik serta bahaya banjir (w)akibat adanya genangan pada lahan tertentu. hasil pemetaan menunjukkan bahwa seluruh satuan peta lahan di kecamatan sukajaya memiliki kelas kesesuaian yang relatif seragam dengan dominasi kelas s3 pada seluruh wilayah penelitian. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lahan di kecamatan sukajaya masih layak dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman salak sabang, namun tingkat kesesuaiannya berada pada kelas sesuai marginal (s3) karena adanya faktor pembatas utama berupa curah hujan yang tinggi. kondisi tersebut menyebabkan kemampuan lahan dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman belum optimal. meskipun demikian, seluruh wilayah penelitian masih memiliki potensi untuk pengembangan salak sabang dengan dukungan pengelolaan lahan yang tepat, terutama melalui pengaturan tata air agar kondisi lingkungan tetap mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KESESUAIAN LAHAN TANAMAN SALAK SABANG DI KECAMATAN SUKAJAYA KOTA SABANG. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026
Baca Juga : ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SALAK (SALACCA EDULIS) DI KELURAHAN BALOHAN KECAMATAN SUKAJAYA KOTA SABANG (Andayani, 2020)
Abstract
Salak Sabang is a local horticultural variety endemic to Sabang City that has been officially registered through the Decree of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia No. 356/Kpts/PV.240/D/VIII/2023. This crop has considerable economic potential as a regional flagship commodity, as it can contribute to increasing community income and promoting the development of the local agricultural sector. Sukajaya District, the area of origin of Salak Sabang, exhibits diverse environmental conditions, including variations in soil type, slope, rainfall, and land use, all of which influence crop growth. Therefore, a land suitability evaluation is necessary to determine the degree to which the land is suitable for the sustainable development of Salak Sabang cultivation. This study aimed to analyze the level of land suitability for Salak Sabang cultivation in Sukajaya District based on the physical characteristics of the land, identify the limiting factors affecting land suitability, and map the distribution of land suitability classes for Salak Sabang according to Land Mapping Units (LMUs). Through these objectives, the study is expected to provide scientific information on the land potential available to support the development of this local commodity within the study area. The results showed that of the total analyzed land area of 2,732.16 ha, the entire study area was classified as marginally suitable (S3) under both actual and potential land suitability conditions. The primary limiting factor affecting land suitability was water availability (wa), which was associated with the high annual rainfall of 2,169.8 mm/year. In addition, several Land Mapping Units exhibited further limiting factors, including oxygen availability (oa) due to poor drainage conditions and flood hazard (fh) resulting from waterlogging in certain areas. The land suitability map indicated that all Land Mapping Units in Sukajaya District had relatively uniform suitability classes, with marginally suitable (S3) dominating the entire study area. Based on the findings, it can be concluded that the land in Sukajaya District remains suitable for the development of Salak Sabang cultivation; however, its suitability is classified as marginally suitable (S3) due to the primary limiting factor of high annual rainfall. This condition reduces the land's capacity to support optimal plant growth and productivity. Nevertheless, the entire study area still has potential for Salak Sabang cultivation, provided that appropriate land management practices are implemented, particularly through effective water management to maintain environmental conditions conducive to sustainable crop growth.
Baca Juga : PERANCANGAN CONVENTION CENTER DI KOTA SABANG (TEMA: ARSITEKTUR HIJAU) (Syarifah Nasywa Zhafira, 2025)