Penelitian ini dilakukan di kecamatan tadu raya, kabupaten nagan raya pada bulan agustus-september 2025 dengan menggunakan metode survei. populasi penelitian adalah seluruh petani peserta psr yang tergabung dalam koperasi serba usaha (ksu) krueng tadu sebanyak 168 orang, dengan sampel sebanyak 63 responden yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling.. data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait dan dokumen pendukung. analisis data dilakukan melalui analisis produktivitas, analisis pendapatan usahatani, analisis efisiensi usahatani (r/c ratio) sebagai analisis pendukung, serta uji beda wilcoxon signed rank test untuk mengetahui perbedaan kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat (psr). hasil penelitian menunjukkan bahwa program peremajaan sawit rakyat (psr) memberikan dampak yang signifikan terhadap produktivitas dan pendapatan petani kelapa sawit di kecamatan tadu raya, kabupaten nagan raya. rata-rata produktivitas meningkat dari 11,6 ton/ha/tahun sebelum psr menjadi 15,5 ton/ha/tahun sesudah psr, sedangkan rata-rata produksi meningkat dari 24,5 ton/tahun menjadi 32,1 ton/tahun. ratarata pendapatan petani meningkat dari rp 18.252.619 /ha/tahun sebelum psr menjadi rp 45.852.990/ha/tahun sesudah psr. hasil uji wilcoxon signed rank test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) pada variabel produktivitas dan pendapatan, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan psr. selain itu, hasil analisis efisiensi usahatani menunjukkan bahwa nilai r/c ratio meningkat dari 1,76 menjadi 3,65, yang mengindikasikan bahwa usahatani kelapa sawit setelah pelaksanaan psr tidak hanya memberikan pendapatan yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki tingkat efisiensi yang lebih baik dibandingkan sebelum pelaksanaan program. dengan demikian, program peremajaan sawit rakyat (psr) terbukti berkontribusi positif dalam meningkatkan kinerja usahatani kelapa sawit di kecamatan tadu raya, kabupaten nagan raya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DAMPAK PROGRAM PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT (PSR) TERHADAPRNPRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DIRNKECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh ,
Baca Juga : ANALISIS PERILAKU PENGELOLAAN KEUANGAN PETANI KELAPA SAWIT DI KABUPATEN NAGAN RAYA (Azzahiri Fadlianur, 2024)
Abstract
This research was conducted in Tadu Raya District, Nagan Raya Regency, from August to September 2025 using a survey method. The study population consisted of all 168 farmers participating in the Smallholder Oil Palm Replanting Program (PSR) within the Krueng Tadu Multipurpose Cooperative (KSU), with a sample size of 63 respondents determined using a purposive sampling method. The data used consisted of primary data obtained through interviews and questionnaires, as well as secondary data obtained from various relevant agencies and supporting documents. Data analysis was conducted using productivity analysis, farm income analysis, and farm efficiency analysis (R/C Ratio) as supporting analyses. The Wilcoxon Signed Rank Test was used to determine differences in conditions before and after the implementation of the Smallholder Oil Palm Replanting Program (PSR). The results of the study indicate that the Smallholder Oil Palm Replanting Program (PSR) has had a significant impact on the productivity and income of oil palm farmers in Tadu Raya District, Nagan Raya Regency. Average productivity increased from 11.6 tons/ha/year before PSR to 15.5 tons/ha/year after PSR, while average production increased from 24.5 tons/year to 32.1 tons/year. Average farmer income increased from IDR 18,252,619/ha/year before PSR to IDR 45,852,990/ha/year after PSR. The Wilcoxon Signed Rank Test showed a significance value of 0.000 (p < 0.05) for the productivity and income variables, indicating a significant difference between conditions before and after PSR implementation. Furthermore, the farm efficiency analysis showed that the R/C Ratio increased from 1.76 to 3.65, indicating that oil palm farming after PSR implementation not only generated higher incomes but also had a higher level of efficiency compared to before the program. Thus, the Smallholder Oil Palm Replanting Program (PSR) has proven to have a positive contribution to improving oil palm farming performance in Tadu Raya District, Nagan Raya Regency.
Baca Juga : ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK DI KABUPATEN NAGAN RAYA (LITA KAHANI, 2024)