Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nurul Fitri, PENERAPAN SISTEM TILANG ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCRNMENT (ETLE) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KETERTIBAN RNBERLALU LINTAS DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,2026

Abstrak nurul fitri. (2026). penerapan sistem electronic traffic law enforcement (etle) sebagai upaya meningkatkan ketertiban berlalu lintas di kota banda aceh. [skripsi universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan hasbi ali, s.pd., m.si dan ridayani, s.h., m.h penerapan electronic traffic law enforcement (etle) merupakan bentuk modernisasi penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi elektronik untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dan mewujudkan ketertiban berlalu lintas. namun, meskipun telah diterapkan di kota banda aceh, pelanggaran lalu lintas masih tergolong tinggi. selain itu, pelaksanaan etle juga menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat, serta budaya pelanggaran lalu lintas yang masih sulit diubah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai sistem etle (2) keberhasilan penerapan etle dalam meningkatkan ketertiban berlalu lintas di kota banda aceh serta (3) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi di direktorat lalu lintas polda aceh dengan informan yang terdiri atas anggota kepolisian dan masyarakat penerima surat konfirmasi tilang elektronik. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pihak kepolisian telah melaksanakan sosialisasi etle melalui media sosial, media cetak, media elektronik, pemasangan spanduk, serta penyuluhan dan edukasi secara langsung kepada masyarakat (2)penerapan etle telah berjalan cukup baik sebagai bentuk modernisasi penegakan hukum lalu lintas karena mampu mendukung pengawasan dan penindakan pelanggaran secara lebih transparan, objektif, dan akuntabel. namun, penerapan etle belum efektif menurunkan angka pelanggaran lalu lintas secara signifikan karena tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat masih rendah (3) kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan jumlah kamera etle, keterbatasan anggaran, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme etle, serta budaya pelanggaran lalu lintas yang masih tinggi. simpulan penelitian ini adalah (1) sosialisasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian telah berjalan dengan baik dan memanfaatkan berbagai media komunikasi (2) penerapan etle di kota banda aceh telah berjalan cukup baik sebagai bentuk modernisasi penegakan hukum lalu lintas, namun belum mampu menekan angka pelanggaran secara signifikan; dan (3) terdapat kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta budaya pelanggaran lalu lintas yang masih tinggi. adapun saran yang diberikan yaitu (1) peningkatan jumlah kamera etle dan sarana pendukung, (2) penguatan sosialisasi kepada masyarakat, (3) peningkatan kerja sama antarinstansi, dan (4) peningkatan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas. kata kunci: etle, penegakan hukum, ketertiban berlalu lintas, efektivitas, banda aceh.



Abstract

ABSTRACT Nurul Fitri. (2026). Implementation of the Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) System as an Effort to Improve Traffic Order in Banda Aceh City. [Syiah Kuala University Thesis]. Under the guidance of Hasbi Ali, S.Pd., M.Si and Ridayani, S.H., M.H. The implementation of Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) represents a modernization of traffic law enforcement utilizing electronic technology aimed at enhancing public compliance and fostering traffic order. However, despite its implementation in Banda Aceh City, traffic violation rates remain high. Furthermore, the execution of ETLE faces various obstacles, such as limited infrastructure and facilities, low public legal awareness and understanding, and a persistent culture of traffic violations that is difficult to change. This study aims to examine (1) the efforts made by the police to disseminate information and educate the public about the ETLE system, (2) the success of ETLE implementation in improving traffic order in Banda Aceh City, and (3) the obstacles encountered during its implementation. This study employs a qualitative, descriptive approach. Data were gathered through interviews and documentation at the Aceh Regional Police Traffic Directorate, involving informants such as police officers and members of the public who had received electronic traffic violation confirmation notices. The research findings indicate that (1) the police have conducted ETLE outreach via social media, print and electronic media, banners, and direct public education and counseling; (2) ETLE implementation has proceeded reasonably well as a form of traffic law enforcement modernization, enabling more transparent, objective, and accountable monitoring and enforcement against violations. However, ETLE implementation has not yet effectively reduced traffic violation rates significantly due to low levels of public awareness and compliance; and (3) obstacles encountered include a limited number of ETLE cameras, budget constraints, limited public understanding of ETLE mechanisms, and a prevailing culture of traffic violations. The study concludes that (1) the outreach conducted by the police has been effective and has utilized various communication channels, and (2) ETLE implementation in Banda Aceh City has proceeded reasonably well as a modernization of traffic law enforcement but has not yet succeeded in significantly curbing violation rates. and (3) there are obstacles in the form of limited facilities and infrastructure, low public legal awareness, and a persistent culture of traffic violations. The recommendations offered are (1) increasing the number of ETLE cameras and supporting facilities, (2) strengthening public outreach and awareness campaigns, (3) enhancing inter-agency cooperation, and (4) raising public awareness regarding compliance with traffic regulations. Keywords: ETLE, law enforcement, traffic order, effectiveness, Banda Aceh.



    SERVICES DESK