Abstrak tuberkulosis masih menjadi permasalahan kesehatan secara mendunia, termasuk di kota banda aceh yang memiliki jumlah kasus cukup tinggi serta pencapaian penanganan yang belum mencapai target nasional. peneliti bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan penanganan tuberkulosis di kota banda aceh ditinjau dari prinsip sound governance serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi pemerintah dalam penanganan tuberkulosis. penelitian menggunakan metode kualitatif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan penanganan tuberkulosis di kota banda aceh telah berjalan pada indikator konstitusi dalam undang-undang penanganan tuberkulosis, organisasi yang dapat kerja sama dalam mencapai kesembuhan pasien, kebijakan dalam mekanisme evaluasi setiap bulan, sektor dapat membantu penemuan pasien yang positif tuberkulosis, kekuatan internasional yang membantu terapi bagi pasien, etika, akuntabilitas dan transparansi terhadap pertanggung jawab menjaga privasi pasien. namun, dalam indikator proses hal ini dapat dilihat dari proses koordinasi dalam implementasinya masih sangat bergantung pada penguatan komitmen dalam kepemimpinan dan dukungan dalam aspek sosial masyarakat, struktur yang keterbatasan tenaga kerja bagi kesehatan untuk memadai pasien, kognisi dan nilai pemahaman pasien terhadap pengobatan, serta kinerja di lapangan yang belum secara optimal untuk pencapaian target nasional untuk penanganan tuberkulosis. dalam penanganan tuberkulosis, selain itu, kendala penanganan tuberkulosis dalam rendahnya kepatuhan pasien dalam pengobatan, keterbatasan sumber daya, faktor sosial dalam mempengaruhi gizi, serta kekurangan edukasi kesehatan. dengan demikian, diperkuat kembali untuk membangun sosialisasi terhadap pasien tuberkulosis tentang pentingnya pengobatan kesembuhan bagi pasien, serta kendala dapat melakukan advokasi penguatan kinerja lapangan bagi petugas kesehatan dalam penanganan tuberkulosis untuk mencapai target eliminasi. diharapkan adanya kebijakan strategis untuk menambahkan jumlah tenaga kesehatan serta memperluas bantuan terhadap organisasi dan instansi. kata kunci : sound governance, penanganan tuberkulosis, pelayanan kesehatan, dinas kesehatan kota banda aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN PRINSIP SOUND GOVERNANCE DALAM PENANGANAN TUBERKULOSIS DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026
Baca Juga : ANALISIS PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE ALOKASI DANA DESA (STUDI PADA DESA DI KABUPATEN BIREUEN DAN KOTA LHOKSEUMAWE (FAUZA ALIYA, 2018)
Abstract
ABSTRACT Tuberculosis remains a global health problem, including in Banda Aceh City, which has a high number of cases and has not yet reached the national target. The researcher aims to determine and explain the handling of tuberculosis in Banda Aceh City in terms of the principles of sound governance and identify the obstacles faced by the government in handling tuberculosis. The study used a qualitative method. Data collection techniques were carried out through interviews and documentation. The results of the study indicate that the handling of tuberculosis in Banda Aceh City has been running on constitutional indicators in the law on handling tuberculosis, organizations that can cooperate in achieving patient recovery, policies in monthly evaluation mechanisms, sectors that can help find positive tuberculosis patients, international forces that help therapy for patients, ethics, accountability and transparency towards the responsibility of maintaining patient privacy. However, in the process indicators, this can be seen from the coordination process in its implementation which is still very dependent on strengthening commitment in leadership and support in the social aspects of the community, a structure that is limited in the health workforce to adequately handle patients, cognition and patient understanding of treatment values, and performance in the field that is not yet optimal for achieving national targets for handling tuberculosis. In addition, obstacles in handling tuberculosis include low patient compliance with treatment, limited resources, social factors influencing nutrition, and a lack of health education. Therefore, it is necessary to strengthen awareness campaigns for tuberculosis patients about the importance of treatment for healing, as well as obstacles to advocacy for strengthening field performance for health workers in handling tuberculosis to achieve the elimination target. Strategic policies are expected to increase the number of health workers and expand assistance to organizations and agencies. Keywords: Sound Governance, Tuberculosis Management, Health Services, Banda Aceh City Health Office.
Baca Juga : PENGARUH PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP KINERJA SATUAN KERJA PEMERINTAH ACEH (SKPA) (Itsna Shadriyani, 2024)