Buah amla (phyllanthus emlica) merupakan komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri pangan, farmasii, dan kosmetik karena kandungan nutrisinya yang tinggi, terutama vitamin c dan senyawa antibioksida. salah satu tahapan penting dalam pengolahan buah amla adalah proses pemisahan biji dari daging buah. hingga saat ini, proses tersebut masih banyak dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama, tenaga kerja yang besar, serta menghasikan kapasitas kerja yang rendah dan tinggat keseragaman hasil yang kurang baik. berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun mekanisme kerja mesin, serta mengevaluasi kinerja mesin yang dihasilkan. penelitian dilaksanakan di laboratorium pusat mekanisasi dan perbengkelan pertnian, departemen teknik pertania, universitas syiah kuala, banda aceh. tahapan penelitian meliputin indentifikasi karakteristik fisik buah dan biji amla sebagai dasar perancangan, analisa teknik, pembuatan mesin, serta pengujian kinerja. mesin yang dirancang terdiri atas rangka, motor listrik, gearbox, sistem transmisi pulley dan v-belt, poros, mata pemisah, serta dudukan buah. berdasarkan hasil analisa teknik mesin membutuhkan gaya pemisahan 53,49 n, torsi sebesar 40,116 nm, dan daya sebesar 177,87 watt (0,23 hp). sistem transmisi menghasilkan putaran akhir poros sebesar 42,37 rpm, yang dinilai mampu menghasilkan gaya tekan yang sesuai untuk pemisahan biji bua amla. hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin memiliki kapasitas kerja sebesar 111,358 gram/menit, dengan buah sebanyak 500 gram buah selama waktu pemisahan 4,49 menit. keseragaman hasil pemisahan tergolong baik dengan rata-rata dimensi hasil sebesar 2,2 cm pada sumbu mayor dan 0,73 cm pada ketebalan. presentase kehilangan hasil yang diperoleh sebesar 24,6%, yang terutama disebabkan oleh masih adanya pemisahan biji buah amla yang dirancang mampu meningkatkan efesien proses pemisahan dibandingkan metode manul serta menghasilkan pemisahan yang relatif seragam. meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut pada mata pemisah dan mekanisme pemisahan masih diperlukan untuk mengurangi kehilangan hasil dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RANCANG BANGUN MESIN PEMISAH BIJI BUAH AMLA (PHYLLANTHUS EMBLICA). Banda Aceh Fakultas Pertanian Teknik Pertanian (S1),2026
Baca Juga : RANCANGAN BAGIAN PEMISAH PADA MESIN PENGUPAS KOLANG KALING (Rudi Nurian, 2020)
Abstract
Amla fruit (Phyllanthus emlica) is a commodity with significant potential for development as a raw material for the food, pharmaceutical, and cosmetics industries due to its high nutritional content, particularly vitamin C and antioxidant compounds. One of the critical stages in amla processing is separating the seeds from the pulp. Currently, this process is still largely manual, requiring a relatively long time and a large labor force, resulting in low productivity and poor product uniformity. Based on these conditions, this study aims to design and build a machine's working mechanism and evaluate the resulting machine's performance. The research was conducted at the Central Laboratory of Agricultural Mechanization and Workshops, Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University, Banda Aceh. The research phase included identifying the physical characteristics of amla fruit and seeds as a basis for design, technical analysis, machine construction, and performance testing. The designed machine consists of a frame, electric motor, gearbox, pulley and V-belt transmission system, shaft, separator, and fruit holder. Based on the results of the engineering analysis, the machine requires a separation force of 53.49 N, a torque of 40.116 Nm, and a power of 177.87 watts (0.23 HP). The transmission system produces a final shaft rotation of 42.37 rpm, which is considered adequate for the separation of amla seeds. Test results showed that the machine has a working capacity of 111.358 grams/minute, with 500 grams of fruit being separated during a separation time of 4.49 minutes. The separation uniformity was good, with an average product dimension of 2.2 cm along the major axis and 0.73 cm in thickness. The yield loss was 24.6%, primarily due to the presence of amla seed separation, which is designed to increase the efficiency of the separation process compared to manual methods and produce relatively uniform separation. However, further development of the separation blade and separation mechanism is still needed to reduce yield loss and improve product quality.
Baca Juga : RANCANG BANGUN ALAT PRES PEMBUKA BANTALAN (REKI ANDRIAN, 2019)