Budaya ngopi di aceh yang telah mengakar kuat secara historis menjadikan warung kopi bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang publik egaliter tempat masyarakat berdiskusi dan membentuk opini sosial politik. namun, penelitian yang secara khusus mengkaji pengaruh diskusi di warung kopi terhadap literasi politik generasi z, khususnya di kota banda aceh, masih relatif terbatas, sehingga penelitian ini penting dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas diskusi di warung kopi terhadap literasi politik generasi z di kota banda aceh. pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif berjenis explanatory research. menggunakan rumus cochran untuk populasi tidak terdefinisi (tidak terhingga), ditarik sampel sebanyak 385 responden melalui teknik purposive sampling. guna menghindari bias dominasi lokasi dan memberikan bobot keterwakilan yang seimbang (equal weight), sampel didistribusikan secara merata (equal allocation) sebanyak 77 responden di lima lokasi: mk kopi, ar kopi, megah kopi, solong kopi ulee kareng, dan kopi tambo. pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berskala likert, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak spss versi 26. hasil pengujian hipotesis (uji t) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) dengan nilai t hitung sebesar 29,792, yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari aktivitas diskusi di warung kopi terhadap literasi politik generasi z di kota banda aceh. besaran pengaruh tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (r square) sebesar 0,699, yang bermakna bahwa diskusi di warung kopi memberikan kontribusi sebesar 69,9% terhadap pembentukan literasi politik generasi z, sementara 30,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa interaksi diskusi di meja kopi bukan sekadar peugah haba (obrolan kosong), melainkan sebuah praksis politik nyata yang berhasil memvalidasi informasi, mempertajam daya analisis, dan mengonversi pemilih muda menjadi aktor partisipatif yang rasional. berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar generasi z lebih proaktif menjadikan ruang publik sebagai sarana edukasi teman sebaya (peer group), penyelenggara pemilu (kip/bawaslu) mengadopsi pendekatan kultural melalui dialog akar rumput di warung kopi, serta pelaku usaha warung kopi turut menciptakan ekosistem edukatif seperti menyediakan pojok literasi publik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH DISKUSI DI WARUNG KOPI TERHADAP LITERASI POLITIK GENERASI Z DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas KIP,2026
Baca Juga : ANALISIS KORELASI ANTARA KARAKTERISTIK KONSUMEN DENGAN KARAKTERISTIK WARUNG KOPI DI KOTA BANDA ACEH (haris darmawan, 2016)
Abstract
The deeply rooted coffee culture in Aceh has historically made coffee shops not just a place of recreation, but an egalitarian public space where people discuss and form socio-political opinions. However, research specifically examining the influence of discussions in coffee shops on the political literacy of Generation Z, especially in Banda Aceh City, is still relatively limited. Therefore, this study is important to fill this gap and aims to determine the influence of discussion activities in coffee shops on the political literacy of Generation Z in Banda Aceh City. The approach used is an explanatory quantitative study. Using the Cochran formula for an undefined (infinite) population, a sample of 385 respondents was drawn through a purposive sampling technique. To avoid location dominance bias and provide a balanced weight of representation (equal weight), the sample was evenly distributed (equal allocation) of 77 respondents across five locations: MK Kopi, AR Kopi, Megah Kopi, Solong Kopi Ulee Kareng, and Kopi Tambo. Data collection was conducted through the distribution of Likert-scale questionnaires, which were then analyzed using descriptive statistics and simple linear regression with the help of SPSS Version 26 software. The results of the hypothesis testing (t-test) showed a significance value of 0.000 (
Baca Juga : ELASTISITAS PENAWARAN KOPI DI WARUNG KOPI KOTA BANDA ACEH (NURKAMARIAH, 2018)