Yanti nurhaliza. (2026). peran usaha kerajinan eceng gondok dalam membantu meningkatkan perekonomian keluarga di desa kubu. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dra. fitriana, m.si., dan dra. rosmala dewi, m.pd. penelitian ini mengkaji mengenai pemanfaatan potensi alam lokal melalui analisis mendalam terhadap peran usaha kerajinan eceng gondok dalam meningkatkan perekonomian keluarga di desa kubu. tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pentingnya peran usaha kerajinan tersebut untuk keseimbangan finansial, kontribusi nyata terhadap pendapatan keluarga, serta mengeksplorasi faktor pendukung ataupun penghambat operasional yang dihadapi dalam usaha ini. pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif diterapkan sebagai gambaran kondisi sosial dan ekonomi secara faktual pada usaha kerajinan eceng gondok di desa kubu, kabupaten aceh barat. sumber data ditentukan melalui teknik purposive sampling untuk menetapkan 6 (enam) informan utama yang terdiri dari pemilik usaha, pengrajin tetap, dan pengrajin sampingan. proses pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data secara deskriptif, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh data yang objektif. hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha industri kreatif ini memiliki peran penting sebagai dasar ekonomi untuk para pengrajin khususnya bagi para pengrajin tetap. secara faktual, kontribusi pendapatan yang di peroleh bersifat fluktuatif atau tidak tetap sesuai dengan jumlah pesanan yang di terima, dengan kisaran antara rp800.000,00 hingga rp1000.000,00 per bulannya. keberlanjutan usaha kerajinan ini didukung oleh beberapa faktor, yaitu ketersediaan bahan baku yang mudah di dapatkan serta teknik anyaman yang mudah dipahami dan dipelajari oleh para pengrajin, serta kedekatan hubungan sosial antar para pengrajin yang menjadikan pekerjaan ini tersa mudah. di samping itu, usaha ini juga menghadapi hambatan selama proses berjalannya usaha. hambatan yang dialami berupa tantangan saat mengeringkan bahan baku di musim hujan, kurang nya alat perlindungan saat turun untuk pengambilan bahan baku, serta minimnya pengetahuan pengrajin terkait pamasaran produk online yang kreatif dan inovatif. berdasarkan hasil penelitian, maka dapat dinyatakan bahwa usaha kerajinan eceng gondok di desa kubu terbukti mampu membantu meningkatkan perekonomian dan kemandirian finansial keluarga pengrajin. kata kunci: kerajinan eceng gondok, perekonomian keluarga, industri kreatif, desa kubu.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN USAHA KERAJINAN ECENG GONDOK DALAM MEMBANTU MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA DI DESA KUBU, ACEH BARAT. Banda Aceh Fakultas KIP,2026
Baca Juga : STRATEGI KELOMPOK “KREATIF KUBU” DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (MILA RAHMATILLAH, 2023)
Abstract
Yanti Nurhaliza. (2026). The Role of Water Hyacinth Handicraft Business in Enhancing Family Economy in Kubu Village. [Undergraduate Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Under the guidance of Dra. Fitriana, M.Si., and Dra. Rosmala Dewi, M.Pd. This study examines the utilization of local natural potential through an in-depth analysis of the role of water hyacinth handicraft businesses in improving the family economy in Kubu Village. This study aims to identify the importance of the handicraft business's role in financial balance, its concrete contribution to family income, as well as to explore the operational supporting or inhibiting factors faced in this business. A descriptive qualitative approach was applied to provide a factual overview of the socio-economic conditions within the water hyacinth handicraft business in Kubu Village, West Aceh Regency. Source data were determined using a purposive sampling technique to establish 6 (six) primary informants consisting of business owners, permanent artisans, and part-time artisans. The data collection process was comprehensively carried out through observation, semi-structured interviews, and documentation, which were then analyzed through data reduction, descriptive data presentation, and conclusion drawing to obtain objective data. The results indicate that this creative industry plays a vital role as an economic cornerstone for full-time artisans and a secondary income source for part-time artisans. Factually, the generated income contribution fluctuates depending on the volume of orders received, with an average range of IDR 800,000.00 to IDR 1,000,000.00 per month. The sustainability of this business is supported by the abundance of local raw materials, easy-to-learn weaving techniques, and close social relations among artisans that foster a conducive working environment. However, the business encounters several obstacles, including raw material drying challenges during the rainy season, a lack of personal protective equipment when harvesting raw materials in waters, and the artisans' limited knowledge regarding innovative and creative digital marketing strategies. This study concludes that the water hyacinth handicraft business in Kubu Village is proven to enhance the economy and financial independence of the artisans' families. Keywords: Water Hyacinth Handicraft, Family Economy, Creative Industry, Kubu Village.