Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nikma Hariyanti Br Sinuraya, KONTRIBUSI USAHATANI TAMBAK UDANG TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DAN ANALISIS KESEJAHTERAAN PETAMBAK UDANG TRADISIONAL DI KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh ,

Kecamatan mesjid raya merupakan salah satu kecamatan yang berada di kabupaten aceh besar yang terletak di area pesisir dan berbatasan langsung dengan laut. kondisi geografis inilah yang menjadikan daerah tersebut memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar, baik pada sektor perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. produksi tambak di kecamatan mesjid raya dari tahun 2019-2023 cenderung mengalami kenaikan. kenaikan tertinggi terdapat di tahun 2023 dengan hasil produksi sebesar 462,27 ton. produksi tambak yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan sektor budidaya tambak memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi rumah tangga pembudidaya. namun, peningkatan produksi tersebut belum dapat menggambarkan besarnya manfaat ekonomi yang diterima rumah tangga petambak. pendapatan dari budidaya udang tradisional masih relatif terbatas dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. selain itu, petambak juga masih menghadapi berbagai kendala di lapangan seperti keterbatasan modal, risiko serangan hama dan penyakit, penggunaaan teknologi budidaya yang masih sederhana, serta kondisi cuaca/iklim yang tidak menentu sehingga petambak udang yang ada di daerah tersebut tidak jarang mengalami kegagalan panen yang kemudian berdampak terhadap penurunan pendapatan petambak. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan tambak udang terhadap pendapatan total rumah tangga dan tingkat kesejahteraan pembudiaya udang tradisional di kecamatan mesjid raya, kabupaten aceh besar. penelitian ini dilakukan di kecamatan mesjid raya, kabupaten aceh besar pada bulan juli-agustus 2025.teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. adapun teknik penentuan jumlah sampel merujuk pada pendapat roscoe, yaitu sebanyak 40 responden yang diperoleh dari 5 desa yang dipilih yaitu desa lamnga, neuheun, ladong, paya kameng dan ruyung dimana masing-masing desa diambil proporsinya sebanyak 8 responden per desanya. adapun kriteria responden yaitu berprofesi sebagai petambak udang dengan teknik budidaya tradisional (ekstensif) dan berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam mengelola tambak udang. data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuisioner dan data sekunder yang diperoleh melalui dkp dan bps kabupaten aceh besar. analisis data pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif. metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan usahatani, analisis pendapatan rumah tangga, analisis kontribusi pendapatan usahatani udang dan analisis kesejahteraan petambak udang. hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang berasal dari tambak udang apabila diakumulasikan per bulan maka pendapatanya sebesar rp 923.232/bulan atau 2.769.695/siklus. pendapatan usahatani tambak udang dengan sistem tradisonal memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap pendapatan total rumah tangga sehingga masih dikategorikan kontribusi rendah. melihat bahwasanya kontribusi dari budidaya udang belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari maka petambak melakukan usaha lain di sektor non farm untuk memenuhi kebutuhan hidup. adapun hasil analisis kesejahteraan menunjukkan tingkat kesejahteraan pembudidaya udang di kecamatan mesjid raya kabupaten aceh besar tergolong kedalam kategori kurang sejahtera dimana rata-rata gsr=1,159 sehingga rata-rata rumah tangga pembudidaya udang dikategorikan kedalam kategori kurang sejahtera karena gsr>1.



Abstract

Mesjid Raya District is a sub-district in Aceh Besar Regency, located in a coastal area directly adjacent to the sea. This geographical condition makes the area have significant potential for fishery resources, both in the capture fisheries and aquaculture sectors. Pond production in Mesjid Raya District has tended to increase from 2019 to 2023. The highest increase occurred in 2023 with a production of 462.27 tons. The increasing trend in pond production from year to year indicates that the pond aquaculture sector has quite good prospects for development and has the potential to provide economic benefits for farming households. However, this increase in production does not yet reflect the magnitude of the economic benefits received by shrimp farming households. Income from traditional shrimp farming is still relatively limited to meeting household needs. Furthermore, shrimp farmers still face various obstacles in the field, such as limited capital, the risk of pest and disease attacks, the use of rudimentary cultivation technology, and unpredictable weather/climate conditions. Consequently, shrimp farmers in the area often experience crop failures, which then impact their income. This study aims to determine how much shrimp pond income contributes to total household income and the level of welfare of traditional shrimp farmers in Mesjid Raya District, Aceh Besar Regency. This research was conducted in Mesjid Raya District, Aceh Besar Regency in July-August 2025. The sampling technique used was purposive sampling. The technique for determining the number of samples refers to Roscoe's opinion, namely 40 respondents obtained from 5 selected villages, namely Lamnga, Neuheun, Ladong, Paya Kameng and Ruyung Villages where each village was taken in proportion of 8 respondents per village. The criteria for respondents were working as shrimp farmers with traditional (extensive) cultivation techniques and more than 5 years of experience in managing shrimp ponds. The data used in this study were primary data obtained through interviews using questionnaires and secondary data obtained through the DKP and BPS of Aceh Besar Regency. Data analysis in this study was quantitative descriptive analysis. The analytical methods used were analysis of farming income, analysis of household income, analysis of shrimp farming income contributions and analysis of shrimp farmer welfare. The results of the study show that income derived from shrimp ponds when accumulated per month is Rp 923,232 / month or 2,769,695 / cycle. The income from shrimp farming with a traditional system contributes 37% to the total household income so it is still categorized as a low contribution. Seeing that the contribution from shrimp farming is not fully able to meet daily needs, farmers undertake other businesses in the non-farm sector to meet their living needs. The results of the welfare analysis show that the level of welfare of shrimp farmers in Mesjid Raya District, Aceh Besar Regency is classified as less prosperous where the average GSR = 1.159 so that the average shrimp farming household is categorized as less prosperous because GSR> 1.



    SERVICES DESK