Abstrak qairul nisah, (2026). tari rateub meusekat berdasarkan teori john berger di sanggar cut meulu gampong baro kabupaten aceh barat daya. [skripsi. universitas syiah kuala]. di bawah bimbingan dr. ahmad sya’i, s.pd., m.sn. dan ramdiana, s.sn., m.sn. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tari rateub meusekat berdasarkan teori john berger di sanggar cut meulu gampong baro kabupaten aceh barat daya. tari rateub meusekat merupakan salah satu tari tradisional aceh yang berkembang di masyarakat dan biasanya ditampilkan secara berkelompok dengan gerakan yang dilakukan secara serempak serta diiringi syair yang mengandung pesan-pesan moral dan keagamaan. dalam penyajiannya, tarian ini dipimpin oleh seorang syekh yang melantunkan syair sebagai pengiring gerakan para penari. tari ini sering ditampilkan dalam berbagai acara adat dan kegiatan masyarakat seperti acara perkawinan dan sunat rasul. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. data diperoleh melalui observasi langsung pada kegiatan latihan tari, wawancara dengan pelatih dan penari di sanggar, serta dokumentasi berupa foto dan video. fokus analisis penelitian menggunakan teori john berger khususnya konsep ways of seeing yang menekankan bahwa cara seseorang melihat dan memahami karya seni dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, dan keyakinan yang dimilikinya. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pelatih dan penari mengenai tari rateub meusekat diperoleh melalui proses pembelajaran dan latihan di sanggar. pelatih memiliki pengalaman yang lebih luas karena telah mempelajari tarian tersebut sejak lama dan memperoleh pengetahuan secara turun-temurun dari keluarganya. sementara itu, penari memperoleh pengalaman melalui kegiatan latihan dan pementasan. dari segi keyakinan, pelatih dan penari meyakini bahwa tari rateub meusekat merupakan bagian penting dari identitas budaya aceh yang perlu dijaga dan dilestarikan. selain itu, tarian ini juga mengandung nilai-nilai syariat islam, nilai perjuangan, serta nasehat yang disampaikan melalui syair dalam tarian. kata kunci: tari rateub meusekat, john berger, pengetahuan, pengalaman, keyakinan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TARI RATEUB MEUSEKAT BERDASARKAN TEORI JOHN BERGER DI SANGGAR CUT MEULU GAMPONG BARO KABUPATEN ACEH BARAT DAYA. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1),2026
Baca Juga : PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE DENGAN TIPE BAMBOO DANCING PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII DI SMPN 6 BANDA ACEH (DITA INDANI, 2019)
Abstract
ABSTRACT Qairul Nisah, (2026). Rateub Meusekat Dance Based on John Berger’s Theory at the Cut Meulu Studio, Gampong Baro Southwest Aceh Regency. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Ahmad Sya’i, S.Pd., M.Sn. and Ramdiana, S.Sn., M.Sn. This study aims to describe the Rateub Meusekat Dance Based on John Berger’s theory at Cut Meulu Studio, Gampong Baro, Southwest Aceh Regency. Rateub Meusekat is one of the traditional dances of Aceh that develops within the community and is usually performed in groups with synchronized movements accompanied by chancts containing moral and religious messages. In its performance, the dance is led by a sheikh who cants verses to accompany the dancers movements. This dance is often performed at various traditional ceremonies and community events such as wedding and circumcision ceremonies. This research uses a descriptive qualitative approach. The data were obtained through direct observation during dance practice activies, interviews with the trainer and dancers at the studio, and documentions in the form of photos and videos. The focus of the analysis uses John Berger’s theory, particularly the concept of Ways Of Seeing, which emphasizes that the way people see and understand a work of art is influenced by their knowledge, experience, and beliefs. The result of the study show that the me knowledge, experience, and beliefs. The result of the study show that the knowledge of the trainer and dancers about the Rateub Meusekat dance is obtained through learning processes and training activities at the studio. The trainer has broader experience because he has studied the dance for a long time and inherited the knowledge from is family. Meanwhile, the dancers gain experience through training activies and performances. In terms of belief, both the trainer and dancers believe that the Rateub Meusekat dance is an important part of Acehnese cultural identity that should be preserved. Id addition, this dance also contains Islamic values, values of struggle, and advice conveyed through the chabts in the performance. Keywords: Rateub Meusekat Dance, John Berger, knowledge, experience, belief.
Baca Juga : ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI MUNALO DI SANGGAR PEGAYON KABUPATEN ACEH TENGAH (Mila Andini, 2025)