Abstrak perubahan hunian pada masyarakat berpenghasilan rendah (mbr) merupakan respons terhadap dinamika kebutuhan penghuni dan keterbatasan ruang. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ruang pada perubahan hunian mbr di kota lhokseumawe serta mengkaji transformasi ruang sebagai respons terhadap konteks lokal dalam perspektif arsitektur kontekstual. metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan eksploratif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada perumahan palapa village dan griya indah permai 2. data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dikaji secara mendalam menggunakan perangkat lunak nvivo untuk mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan antarvariabel yang muncul terkait: perencanaan ruang, penggunaan ruang, dan pengalaman ruang yang membentuk transformasi hunian berbasi arsitektur kontekstual. hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang hunian diproduksi melalui interaksi antara conceived space, perceived space, dan lived space. desain awal yang bersifat standar memicu adaptasi ruang oleh penghuni, baik melalui perubahan fungsi ruang menjadi multifungsi maupun penambahan ruang secara bertahap. penggunaan ruang yang fleksibel dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari, serta nilai sosial, budaya, dan norma keagamaan yang membentuk cara ruang dimaknai. transformasi ruang mencerminkan respons terhadap konteks lokal, baik dari aspek sosial, budaya, maupun keterbatasan fisik lahan. perubahan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi dan kondisi lingkungan. kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori produksi ruang dan arsitektur kontekstual dalam menjelaskan pola adaptasi ruang berbasis praktik penghuni. penelitian ini menunjukkan bahwa hunian mbr merupakan ruang adaptif yang berkembang dinamis, sehingga diperlukan pendekatan perancangan yang lebih fleksibel dan kontekstual. kata kunci: representasi ruang, transformasi ruang, hunian mbr, production of space, arsitektur kontekstual
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
REPRESENTASI DAN TRANSFORMASI RUANG PADA HUNIAN MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAHRNDI KOTA LHOKSEUMAWE. Banda Aceh ,
Baca Juga : ANALISIS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU OLEH REMAJA SEBAGAI REPRESENTASI RUANG SOSIAL DI PERKOTAAN (STUDI PADA RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH) (EKA WULANDARI, 2024)
Abstract
Abstrack Housing transformation among low-income communities is a response to the evolving needs of residents and the limitations of existing living spaces. This study aims to analyze the representation of space in the transformation of low-income housing in Lhokseumawe City and to examine spatial transformation as a response to the local context from the perspective of contextual architecture. A qualitative research method with an exploratory approach was employed through field observations, in-depth interviews, and documentation conducted in Palapa Village Housing and Griya Indah Permai II Housing. The data collected from observations, interviews, and documentation were systematically analyzed using NVivo software to identify patterns, themes, and relationships among variables related to spatial planning, spatial practices, and lived experiences that shape housing transformation within the framework of contextual architecture. The findings reveal that residential space is produced through the interaction of conceived space, perceived space, and lived space. The standardized initial housing design encourages residents to adapt their homes through functional modifications, the creation of multifunctional spaces, and the gradual addition of new spaces. Flexible spatial practices are influenced by daily activities as well as social, cultural, and religious values that shape the meanings attached to residential spaces. Furthermore, spatial transformation reflects residents' responses to the local context, including socio-cultural conditions and the physical constraints of the site. These transformations occur incrementally in accordance with household economic capacity and environmental conditions. The novelty of this study lies in the integration of Henri Lefebvre's theory of the production of space with contextual architecture to explain patterns of spatial adaptation based on residents' everyday practices. The study concludes that low-income housing functions as an adaptive and dynamic living environment, highlighting the need for more flexible and context-responsive housing design approaches. Keywords: space representation, space transformation, low-income housing, production of space, contextual architecture
Baca Juga : PEMBUATAN VIDEO WISATA ISLAMI KOTA LHOKSEUMAWE MENGGUNAKAN ADOBE PREMIERE PRO (Muhammad Rizal, 2017)