Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Putri Natasya, PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING PADA PELAJARAN SENI BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS IV MELALUI KARYA KOLASE SD NEGERI 70 BANDA ACEH. Banda Aceh ,

Putri natasya. (2026). penerapan model experiential learning pada pelajaran seni budaya untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas iv melalui karya kolase sd negeri 70 banda aceh. [skripsi. universitas syiah kuala]. di bawah bimbingan aida fitri, s.pd, m.pd., dan hasniyati, m.pd. penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran seni budaya, khususnya pada kegiatan pembuatan karya kolase. diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa melalui pengalaman belajar secara langsung. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa kelas iv melalui penerapan model experiential learning pada pembelajaran seni budaya melalui karya kolase di sd negeri 70 banda aceh. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (ptk) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. subjek penelitian adalah siswa kelas iv sd negeri 70 banda aceh yang berjumlah 34 siswa. teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi aktivitas guru, observasi aktivitas siswa, dan penilaian hasil karya kolase siswa berdasarkan indikator kreativitas yang meliputi fluency, flexibility, originality, dan elaboration. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model experiential learning dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam membuat karya kolase. hal ini terlihat dari peningkatan aktivitas guru dari 75% pada siklus i menjadi 96,42% pada siklus ii. aktivitas siswa juga meningkat dari 70,53% pada siklus i menjadi 92,85% pada siklus ii. selain itu, hasil penilaian kreativitas karya kolase siswa juga mengalami peningkatan, dimana pada siklus i diperoleh persentase ketuntasan sebesar 44,11%, sedangkan pada siklus ii meningkat menjadi 91,17% sehingga telah mencapai ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu ≥80%. berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model experiential learning dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas iv melalui karya kolase pada pelajaran seni budaya di sd negeri 70 banda aceh. kata kunci: experiential learning, kreativitas siswa, karya kolase, seni budaya.



Abstract

Putri Natasya. (2026). The Implementation of the Experiential Learning Model in Cultural Arts Learning to Improve the Creativity of Fourth Grade Students through Collage Works at SD Negeri 70 Banda Aceh. [Undergraduate Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Aida Fitri, S.Pd., M.Pd., and Hasniyati, M.Pd. This research was motivated by the low level of students’ creativity in Cultural Arts learning, particularly in collage-making activities. A learning model that can enhance students' creativity through direct learning experiences is needed. The purpose of this study was to determine the improvement of fourth-grade students’ creativity through the implementation of the Experiential Learning model in Cultural Arts learning through collage works at SD Negeri 70 Banda Aceh. The research method used was Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, where each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this research were 34 fourth-grade students of SD Negeri 70 Banda Aceh. Data were collected through observation of teacher activities, observation of student activities, and assessment of students’ collage works based on creativity indicators including fluency, flexibility, originality, and elaboration. The results showed that the implementation of the Experiential Learning model could improve students’ creativity in making collage works. This can be seen from the improvement of teacher activity from 75% in Cycle I to 96.42% in Cycle II. Student activity also increased from 70.53% in Cycle I to 92.85% in Cycle II. In addition, the assessment results of students’ collage creativity also improved, where in Cycle I the classical completeness percentage was 44.11%, while in Cycle II it increased to 91.17%, which had achieved the classical completeness criteria of ≥80%. Based on these results, it can be concluded that the implementation of the Experiential Learning model can improve the creativity of fourth-grade students through collage works in Cultural Arts learning at SD Negeri 70 Banda Aceh. Keywords: Experiential Learning, student creativity, collage works, Cultural Arts.



    SERVICES DESK