Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
VINI AORA ERFAZARANA, PERGESERAN MAKNA DALAM TRADISI MAN PASIR PADA PROSES PERNIKAHAN MASYARAKAT GAYO LUES STUDI PADA DESA PENAMPAAN UKEN, KECAMATAN BLANGKEJEREN, KABUPATEN GAYO LUES. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026

Abstrak tradisi man pasir merupakan salah satu tradisi masyarakat gayo dalam acara pernikahan yang melibatkan interaksi sosial antar pemuda-pemudi. tradisi ini memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan hubungan sosial dalam masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pergeseran makna tradisi man pasir pada masyarakat desa penampaan uken, kecamatan blangkejeren, kabutapen gayo lues. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan memalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tokoh masyarakat, masyarakat umum, serta pemuda-pemudi desa penampaan uken. penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik oleh herbert blumer untuk melihat bagaimana perubahan makna tradisi melalui pola interaksi masyarakat. hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi man pasir masih tetap dilaksanakan, namun sudah sangat jarang dan mengalami pergeseran makna khususnya pada kalangan generasi muda. saat ini pelaksanannya cenderung lebih sederhana dan hanya bersifat seremonial. pergeseran makna ini dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan modernisasi, perubahan pola interaksi sosial, meningkatnya mobilitas generasi muda, serta berkurangnya keterlibatan pemudapemudi dalam kegiatan tradisi. kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya perubahan pola interaksi sosial masyarakat yang turut mempengaruhi cara pandang masyarakat dalam memahami tradisi man pasir di desa penampaan uken. kata kunci: tradisi man pasir, pergeseran makna, interaksi sosial, pemudapemudi, interaksionisme simbolik.



Abstract

ABSTRAC The Man Pasir tradition is a Gayo community wedding custom that involves social interaction among young men and women. This tradition embodies values of togetherness, mutual cooperation, and social connection within the community. This study aims to examine the shifting meaning of the Man Pasir tradition among the residents of Penampaan Uken Village, Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. A qualitative method with a descriptive approach was employed. Data collection involved observation, interviews, and documentation, engaging community leaders, the general public, and the youth of Penampaan Uken Village. The study utilizes Herbert Blumer’s symbolic interactionism theory to analyze how the meaning of the tradition has evolved through community interaction patterns. The findings indicate that while the Man Pasir tradition is still practiced, it has become rare and has undergone a shift in meaning, particularly among the younger generation; its execution is now generally simpler and merely ceremonial. This shift is driven by technological advancements and modernization, changing social interaction patterns, increased youth mobility, and declining youth participation in traditional activities. The study concludes that changes in community social interaction patterns have influenced how the people of Penampaan Uken Village perceive and understand the Man Pasir tradition. Keywords: Man Pasir Tradition, Shifting Meanings, Social Interaction, Youth, Symbolic Interactionism.



    SERVICES DESK