Perairan pesisir timur aceh merupakan habitat penting bagi rajungan biru (portunus pelagicus) yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi. keberadaan ektoparasit pada rajungan dapat memengaruhi kondisi fisiologis inang, menghambat pertumbuhan, serta menurunkan kualitas organisme. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis ektoparasit serta menganalisis prevalensi, intensitas, dan dominansi ektoparasit pada rajungan biru di perairan langsa dan perairan lhokseumawe. penelitian dilaksanakan pada bulan agustus sampai dengan bulan desember 2025. sebanyak 305 ekor contoh rajungan yang diambil secara acak dianalisis untuk mengetahui jenis-jenis dan jumlah ektoparasit. hasil penelitian menunjukkan adanya enam jenis ektoparasit, octolasmis angulata, o. lowei, o. warwicki, o. tridens, chelonibia testudinaria, dan allokepon monodi. intensitas infeksi di perairan langsa cenderung lebih tinggi dibandingkan perairan lhokseumawe, terutama pada o. angulata dengan nilai 32,04 ind/ekor di perairan langsa dan 12,79 ind/ekor di perairan lhokseumawe. prevalensi infeksi tertinggi di perairan langsa ditemukan pada bulan september sebesar 90,00%, sedangkan di perairan lhokseumawe terjadi pada bulan oktober sebesar 38,00%. prevalensi infeksi lebih tinggi pada rajungan betina dan individu dengan ukuran karapas lebih besar. spesies o. angulata menjadi ektoparasit yang paling dominan di kedua lokasi penelitian, dengan nilai dominansi sebesar 55,58% di perairan langsa dan 59,75% di perairan lhokseumawe. hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, bulan pengamatan, dan ukuran karapas terhadap status infeksi ektoparasit (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA RAJUNGAN BIRU (PORTUNUS PELAGICUS) DARI PERAIRAN PESISIR TIMUR ACEH. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2026
Baca Juga : STUDI HASIL TANGKAPAN BUBU RAJUNGAN DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN, SUMATERA UTARA (PARMAN ABDULLAH, 2021)
Abstract
The eastern coastal waters of Aceh constitute an important habitat for the blue swimming crab (Portunus pelagicus), a species of considerable ecological and economic significance. The presence of ectoparasites may adversely affect the physiological condition of the host, inhibit growth, and reduce overall organism quality. This study aimed to identify ectoparasite species and analyze their prevalence, intensity, and dominance in blue swimming crabs collected from the waters of Langsa and Lhokseumawe. The study was conducted from August to December 2025. A total of 305 crab specimens were randomly collected and examined to determine the species composition and abundance of ectoparasites. The results revealed six ectoparasite species, Octolasmis angulata, O. lowei, O. warwicki, O. tridens, Chelonibia testudinaria and Allokepon monodi. The intensity of infection was generally higher in Langsa than in Lhokseumawe, particularly for O. angulata, with values of 32.04 ind/crab and 12.79 ind/crab, respectively. The highest prevalence of infection in Langsa was recorded in September 90.00%, whereas in Lhokseumawe it occurred in October 38.00%. Infection prevalence was also higher in female crabs and in individuals with larger carapace sizes. Among the ectoparasites identified, O. angulata was the most dominant species at both study sites, accounting for 55.58% of the total ectoparasite community in Langsa and 59.75% in Lhokseumawe. Chi-square analysis revealed significant relationships between sex, sampling month, and carapace size and ectoparasite infection status (p < 0.05). Keywords: ectoparasite species; prevalence; intensity; dominance; Chi-Square.