Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ANISA FEBRIYANTI, PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KERENTANAN LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN PEGASING DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH TENGAH, PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Geologi,2026

Proses geologi baik endogen maupun eksogen dapat membahayakan bahkan mengancam kehidupan manusia. salah satu bencana yang yang terjadi di indonesia adalah longsor. berdasarkan peta kerawanan longsor yang dikeluarkan oleh inarisk, bnpb tahun 2023, aceh tengah memiliki kerentanan longsor rendah, sedang, sampai tinggi tetapi masih terdapat banyak data lokasi tidak masuk kedalam 3 bagian tersebut. hal ini mendorong diperlukannya penyelidikan lebih lanjut. lokasi penelitian berada di kecamatan pegasing dan sekitarnya, kabupaten aceh tengah, provinsi aceh dengan luasan 4 × 6 km2. lokasi penelitian terdiri dari formais tawar (mpt), formasi peutu (mup), formasi bampo (tlb), formasi peutu anggota pamur (tmpp) dan endapan aluvium (qh). penelitian ini dilakukan dengan cara pemetaan langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi geologi lokasi penelitian, dan mengetahui sebaran zona kerentanan longsor pada lokasi penelitian menggunakan metode overlay dan pembobotan yang berbasis sig menggunakan aplikasi arcgis. parameter yang digunakan dari bnpb (2016) berupa kemiringan lereng, arah lereng, panjang lereng, tipe batuan, jarak dari patahan, tipe/tekstur tanah, kedalaman tanah, dan curah hujan. hasil dari penelitian ini adalah peta geomorfologi terdiri dari 4 satuan bentang alam yaitu bentang alam struktural (s), satuan bentang alam vulkanik (v), satuan bentang alam denudasional (d), dan satuan bentang alam fluvial (f). peta geologi terdiri dari satuan gamping tawar (tmp), satuan basalt penarun (mup), satuan batulumpur bampo (tlb), satuan batulumpur peutu anggota pamue (tmpp), dan satuan endapan alluvium. tingkat kerentanan longsor pada lokasi penelitian dibagi menjadi 3 zona, yaitu kerentanan longsor tingkat rendah dengan nilai indeks bahaya 0 – 0,33 dengan luasan 44%, kerentanan lonsgor tingkat sedang dengan nilai indeks bahaya 0,34 – 0,667 dengan luasan 27%, dan kerentanan longsor tinggi dengan nilai indeks bahaya 0,668 – 1 dengan luasan 28% dari luas keseluruhan lokasi penelitian. kata kunci: pemetaan geologi, parameter, pembobotan, kerentanan longsor



Abstract

Geological processes, both endogenous and exogenous, can be hazardous and even threaten human life. One of the disasters that occurs in Indonesia is landslides. Based on the landslide susceptibility map issued by InaRISK, BNPB in 2023, Central Aceh has low, medium, to high landslide susceptibility; however, there are still many location data points that do not fall into these three categories. This condition encourages the need for further investigation. The research location is in Pegasing District and its surroundings, Central Aceh Regency, Aceh Province, covering an area of 4 × 6 km². The study area consists of the Tawar Formation (MPt), Peutu Formation (Mup), Bampo Formation (Tlb), Peutu Formation Pamur Member (Tmpp), and Alluvial Deposits (Qh). This research was conducted through direct field mapping with the aim of identifying the geological conditions of the study area and determining the distribution of landslide susceptibility zones using overlay and weighting methods based on GIS with the ArcGIS application. The parameters used from BNPB (2016) include slope gradient, slope aspect, slope length, rock type, distance from faults, soil type/texture, soil depth, and rainfall. The results of this study include a geomorphological map consisting of four landscape units: structural (S), volcanic (V), denudational (D), and fluvial (F). The geological map consists of the Tawar limestone unit (TMp), Penarun basalt unit (Mup), Bampo mudstone unit (Tlb), Peutu mudstone unit Pamue Member (Tmpp), and alluvial deposit unit. The level of landslide susceptibility in the study area is divided into three zones: low susceptibility with a hazard index value of 0–0.33 covering 44% of the area, medium susceptibility with a hazard index value of 0.34–0.667 covering 27%, and high susceptibility with a hazard index value of 0.668–1 covering 28% of the total study area. Keywords: Geological Mapping, Parameters, Weighting, Landslide Susceptibility



    SERVICES DESK