Abstrak aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki identitas keislaman yang kuat dan sering dipersepsikan tertutup terhadap budaya luar. namun, pada pilkada kabupaten bener meriah tahun 2024 terlihat fenomena berbeda, ketika pasangan tagore abu bakar-armia ahmad menggunakan budaya non-lokal jaran kepang dalam kegiatan kampanye politik. kehadiran budaya non-lokal tersebut menunjukkan bahwa budaya dapat digunakan sebagai simbol dalam komunikasi politik untuk menjangkau masyarakat multietnis. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna penggunaan budaya non-lokal jaran kepang sebagai simbol dalam komunikasi politik pada pasangan tagore-armia pada pilkada bener meriah 2024. penelitian ini menggunakan metode kualitatif. hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jaran kepang dimaknai sebagai simbol komunikasi politik untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya etnis jawa, serta membentuk citra kandidat sebagai pemimpin yang terbuka dan menghargai keberagaman. selain itu, jaran kepsang juga memiliki makna dalam menarik simpati dan memperluas dukungan elektoral pada wilayah dengan basis pemilih jawa yang cukup besar. namun, penggunaan simbol budaya tersebut juga menunjukkan bahwa budaya dalam kampanye digunakan secara selektif sesuai kepentingan politik kandidat. kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa makna penggunaan jaran kepang dalam kampanye pasangan tagore-armia bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai simbol komunikasi politik yang dimaknai dalam membangun citra kepemimpinan, mendekatkan kandidat dengan masyarakat, serta menarik dukungan politik dari kelompok masyarakat tertentu. kata kunci: komunikasi politik, budaya non-lokal, jaran kepang, pilkada.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENGGUNAAN BUDAYA NON-LOKAL (JARAN KEPANG) SEBAGAI KOMUNIKASI POLITIK DALAM KONTESTASI POLITIK ACEH (STUDI KASUS KEMENANGAN PASANGAN TAGORE ABU BAKAR DANRNARMIA AHMAD (TAGAR) PADA PILKADA BENER MERIAH 2024). Banda Aceh FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2026
Baca Juga : POLITIK IDENTITAS ETNIS PADA PILKADA 2017 (STUDI KASUS TERHADAP KEMENANGAN IRWANDI-NOVA DI KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH) (Sabardi, 2019)
Abstract
ABSTRACT Aceh is known as a region with a strong Islamic identity and is often perceived as being closed to outside cultures. However, in the 2024 regional election of Bener Meriah Regency, a different phenomenon appeared when the pair Tagore Abu Bakar-Armia Ahmad used the non-local culture of Jaran Kepang in their political campaign activities. The presence of this non-local culture indicates that culture can be used as a symbol in political communication to reach a multiethnic society. This study aims to determine the meaning of the use of the non-local culture of Jaran Kepang as a symbol in the political communication of the Tagore-Armia pair in the 2024 Bener Meriah regional election. This study used a qualitative method. The results of the study show that the use of Jaran Kepang is interpreted as a symbol of political communication to build closeness with the community, especially the Javanese ethnic group, as well as to shape the image of the candidates as leaders who are open and appreciate diversity. In addition, Jaran Kepang also has meaning in attracting sympathy and expanding electoral support in areas with a fairly large Javanese voter base. However, the use of this cultural symbol also shows that culture in campaigns is used selectively according to the political interests of the candidates. The conclusion of this study shows that the meaning of the use of Jaran Kepang in the Tagore-Armia campaign was not merely entertainment, but as a symbol of political communication interpreted in building a leadership image, bringing candidates closer to the community, and attracting political support from certain community groups. Keywords: Political Communication, Non-Local culture, Jaran Kepang, Regional election.
Baca Juga : ANALISIS INTERAKSI ANTAR MODALITAS DALAM KEMENANGAN FITRIANA MUGIE PADA PEMILU TAHUN 2024 DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Nabila Putri Salwa, 2026)