Kabupaten aceh timur memiliki potensi perikanan yang melimpah, namun aktivitas penangkapan oleh nelayan tradisional di kuala idi cut masih bersifat konvensional dan belum terdokumentasi secara ilmiah, terutama terkait penggunaan alat tangkap bubu dengan atraktor daun kelapa. keterbatasan data mengenai komposisi hasil tangkapan tersebut menjadi masalah mendasar yang perlu dikaji. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan, serta tingkat keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi hasil tangkapan bubu dengan atraktor daun kelapa di perairan kuala idi cut, kabupaten aceh timur. metode yang digunakan adalah metode eksperimental dan deskriptif dengan 5 unit bubu yang dioperasikan selama 8 trip penangkapan. total hasil tangkapan selama penelitian sebanyak 111 ekor yang terdiri dari 19 spesies ikan demersal dan biota lainnya. analisis data menunjukkan ikan baronang (siganus javus) merupakan spesies paling dominan secara jumlah (23,42%), sedangkan sotong (sepia pharaonis) mendominasi berdasarkan berat biomassa (41,74%). nilai indeks keanekaragaman (h') sebesar 2,54 (kategori sedang), indeks keseragaman (e) sebesar 0,86 (kategori tinggi), dan indeks dominansi (c) sebesar 0,10 (kategori rendah). hasil penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan atraktor daun kelapa efektif dalam menarik berbagai jenis biota demersal dan mendukung praktik perikanan berkelanjutan. kata kunci: bubu, daun kelapa, hasil tangkapan, ikan demersal, keanekaragaman.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN BUBU DENGAN ATRAKTOR DAUN KELAPA DI KUALA IDI CUT KABUPATEN ACEH TIMUR. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1),2026
Baca Juga : PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN BUBU WAU DI DANAU LAUT TAWAR, KABUPATEN ACEH TENGAH (Linda Sari, 2021)
Abstract
East Aceh Regency possesses abundant fisheries potential; however, traditional fishing activities in Kuala Idi Cut remain conventional and lack scientific documentation, particularly regarding the use of fish traps with coconut leaf attractors. The lack of data concerning the composition of these catches is a fundamental issue requiring further study. This study aimed to analyze the composition of trap catches, as well as the diversity, evenness, and dominance indices, using coconut leaf attractors in the waters of Kuala Idi Cut, East Aceh Regency. The research employed experimental and descriptive methods, utilizing 5 trap units operated over 8 fishing trips. A total catch of 111 individuals was recorded, consisting of 19 species of demersal fish and other marine biota. The results showed that the most dominant species by number of individuals was rabbitfish (Siganus javus) at 23.42%, while cuttlefish (Sepia pharaonis) dominated by biomass weight at 41.74%. The diversity index (H') was 2.54 (moderate category), the evenness index (E) was 0.86 (high category), and the dominance index (C) was 0.10 (low category). The findings indicate that the use of coconut leaf attractors is effective in attracting various demersal species and supports sustainable fishing practices. Keywords: fish trap, coconut leaf, catch composition, demersal fish, diversity
Baca Juga : ANALISIS KOMPOSISI HASIL ALAT TANGKAP BUBU TANCAP DI PESISIR BERAS BASAH KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA (MIFTA RIZKI MAULANA, 2025)