Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Sanatul Fatia, ANALISIS ZONA DANGKAL SEGMEN ACEH MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI PADA JALAN TEMBUS JANTHO - LAMNO. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026

Segmen aceh melintasi desa siron krueng, kecamatan kuta cot glie, aceh besar, tepat pada jalur jalan tembus jantho - lamno. aktivitas tektonik pada segmen ini berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan, sehingga diperlukan kajian struktur dangkal sebagai acuan mitigasi risiko. penelitian ini bertujuan mengetahui litologi bawah permukaan dan karakteristik geologi dangkal segmen aceh berdasarkan kecepatan gelombang p (vp). metode yang digunakan adalah metode seismik refraksi dengan dua lintasan sepanjang 230 meter dengan kedalaman sekitar 115 meter menggunakan seismograph pasi 16s-24p dan 24 geophone. hasil pengukuran mengidentifikasi empat lapisan litologi yaitu: lapisan pasir, lempung (vp 692 - 1104 m/s), clay, tufa, batulumpur (vp 1091 - 1784 m/s), batulumpur, batupasir, batugamping terkonsolidasi (vp 1734 - 2822 m/s), dan basement masif mendekati serpentinit (vp ≥2364 - 3885 m/s). pada lintasan 1 teridentifikasi anomali penurunan vp (745 - 1091 m/s) pada jarak 40 - 80 m, sedangkan lintasan 2 menunjukkan depresi struktural lebih luas pada jarak 50 - 180 m. kedua anomali ini, yang berasosiasi dengan kelurusan sungai di lapangan, mengindikasikan keberadaan zona lemah atau patahan dangkal akibat aktivitas segmen aceh. karakteristik geologi dangkal lokasi ditandai struktur berlapis dengan konsolidasi meningkat seiring kedalaman, didominasi formasi seulimeum yang bertransisi ke komplek indrapuri pada kedalaman lebih besar. kata kunci: segmen aceh, seismik refraksi, gelombang p, patahan sumatra, struktur dangkal



Abstract

The Aceh Segment crosses Siron Krueng Village, Kuta Cot Glie District, Aceh Besar, directly along the Jantho–Lamno connecting road. Tectonic activity in this segment has the potential to damage road infrastructure, making shallow subsurface studies necessary as a reference for risk mitigation. This research aims to determine the subsurface lithology and shallow geological characteristics of the Aceh Segment based on P-wave velocity (Vp). The method used was Seismic Refraction with two 230-meter survey lines reaching a depth of approximately 115 meters, employing a PASI 16S-24P seismograph and 24 geophones. The measurement results identified four lithological layers: a sand-clay layer (Vp 692–1104 m/s), a clay-tuff-mudstone layer (Vp 1091–1784 m/s), a consolidated mudstone-sandstone-limestone layer (Vp 1734–2822 m/s), and a massive basement approaching serpentinite values (Vp ≥2364–3885 m/s). Line 1 revealed a low-velocity anomaly (745–1091 m/s) at a distance of 40–80 m, while Line 2 showed a broader structural depression at 50–180 m. Both anomalies, which correlate with river lineaments observed in the field, indicate the presence of a weak zone or shallow fault related to Aceh Segment activity. The shallow geological characteristics of the study area are marked by a layered structure with increasing consolidation with depth, dominated by the Seulimeum Formation transitioning into the Indrapuri Complex at greater depths. Keywords: Aceh Segment, Seismic Refraction, P-wave, Sumatran Fault, Shallow Structure



    SERVICES DESK