Risiko relaps merupakan situasi yang dihadapi mantan pecandu napza setelah selesai menjalani rehabilitasi. salah satu faktor yang dapat mengurangi risiko relaps adalah optimisme. optimisme akan membantu mantan pecandu napza untuk bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan yang dialami, masa-masa krisis, dan mengatasi hal-hal yang dapat memicu stres dalam proses pemulihan sehingga dapat mengurangi risiko relaps. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan risiko relaps pada mantan pecandu napza di banda aceh. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dan snowball sampling. sampel penelitian adalah mantan pecandu napza di banda aceh yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 40 orang. alat ukur yang digunakan adalah life orientation test-revised (lot-r) oleh carver dan scheier dengan reliabilitas 0,770 dan stimulant relaps risk scale (srrs) oleh ogai et al. dengan reliabilitas 0,925. hasil analisis data menggunakan teknik korelasi pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar -0,745 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti bahwa terdapat hubungan negatif antara optimisme dengan risiko relaps pada mantan pecandu napza di banda aceh. hal ini mengindikasikan semakin tinggi optimisme mantan pecandu, maka semakin rendah risiko relaps pada mantan pecandu tersebut. kata kunci : optimisme, risiko relaps, mantan pecandu napza.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DENGAN RISIKO RELAPS PADA MANTAN PECANDU NAPZA DI BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2015
Baca Juga : KEBERMAKNAAN HIDUP MANTAN PECANDU NAPZA DI BANDA ACEH (Dina Maghfirah Nasution, 2014)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI UNTUK SEMBUH PADA PASIEN PENYALAHGUNAAN NAPZA (Sarah Annisa Hasanah, 2019)