Program studi magister kesehatan masyarakat fakultas kedokteran universitas syiah kuala tesis, 19 juni 2026 puan salsabila abrar analisis geospasial faktor risiko kejadian demam berdarah dengue (dbd) di kota banda aceh 115 halaman + 14 tabel + 16 gambar + 6 lampiran abstrak latar belakang: demam berdarah dengue (dbd) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk kota banda aceh. penyebaran penyakit ini dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor lingkungan seperti keberadaan breeding places aedes spp., kepadatan jentik, kepadatan penduduk, kondisi iklim, serta sanitasi lingkungan. variasi faktor tersebut menyebabkan distribusi kasus dbd tidak merata dan cenderung membentuk pola spasial tertentu di setiap wilayah. metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional menggunakan pendekatan analisis geospasial berbasis sistem informasi geografis (sig). data penelitian meliputi breeding places aedes spp., keberadaan jentik aedes spp., kepadatan penduduk, faktor iklim, dan sanitasi lingkungan. pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, survei entomologi, serta data sekunder dari instansi terkait. analisis data dilakukan menggunakan teknik overlay dan pemetaan spasial untuk menentukan tingkat risiko kejadian dbd di kota banda aceh. tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial faktor risiko serta mengidentifikasi wilayah dengan tingkat risiko tinggi kejadian demam berdarah dengue (dbd) di kota banda aceh. hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi distribusi faktor risiko di setiap kecamatan. wilayah dengan kepadatan breeding places tinggi cenderung memiliki indeks entomologi yang lebih tinggi (hi, ci, bi). kecamatan dengan sanitasi lingkungan buruk dan kepadatan penduduk tinggi menunjukkan kecenderungan klasterisasi risiko dbd. faktor iklim seperti suhu dan kelembapan turut memperkuat potensi perkembangan vektor aedes spp. hasil analisis overlay menunjukkan adanya beberapa wilayah dengan kategori risiko tinggi kejadian dbd di kota banda aceh. kesimpulan: faktor lingkungan memiliki hubungan spasial yang signifikan terhadap kejadian demam berdarah dengue (dbd). pendekatan geospasial berbasis sig terbukti efektif dalam mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pengendalian dbd yang lebih tepat sasaran dan berbasis wilayah. kata kunci: demam berdarah dengue, aedes spp., geospasial, sistem informasi geografis, faktor risiko, banda aceh daftar pustaka: 40 jurnal + 5 buku + 8 sumber online
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS GEOSPASIAL FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026
Baca Juga : KEPADATAN LARVA NYAMUK AEDES SPP SEBAGAI VEKTOR PENYEBAB DEMAM BERDARAH DENGUE KUALA BANDA ACEH (Rafiatul Ichwani, 2018)
Abstract
PROGRAM STUDY OF MASTER OF PUBLIC HEALTH FACULTY OF MEDICINE, SYIAH KUALA UNIVERSITY Thesis, May 25, 2026 Puan Salsabila Abrar Geospatial Analysis of Risk Factors for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Banda Aceh City 115 Pages + 14 Tables + 16 Figures + 6 Appendices ABSTRACT Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in tropical regions, including Banda Aceh City. The transmission of this disease is influenced by various environmental factors such as the presence of Aedes spp. breeding sites, larval density, population density, climatic conditions, and environmental sanitation. These variations contribute to an uneven distribution of DHF risk and tend to form distinct spatial patterns across different areas. Methods: This study is a quantitative observational study using a Geographic Information System (GIS)-based geospatial analysis approach. The data used include Aedes spp. breeding sites, larval presence, population density, climatic factors, and environmental sanitation. Data collection was conducted through field observation, entomological surveys, and secondary data from related institutions. Data analysis was performed using overlay techniques and spatial mapping to determine the level of DHF risk in Banda Aceh City. Objective: This study aims to analyze the spatial distribution of risk factors and identify areas with high-risk levels of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Banda Aceh City. Results: The results show variations in the distribution of risk factors across districts. Areas with high breeding site density tend to have higher entomological indices (HI, CI, BI). Districts with poor sanitation and high population density show a tendency toward spatial clustering of DHF risk. Climatic factors such as temperature and humidity also contribute to the development of Aedes spp. vectors. The overlay analysis identifies several areas classified as high-risk zones for DHF in Banda Aceh City. Conclusion: Environmental factors have a significant spatial relationship with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) incidence. The GIS-based geospatial approach is effective in identifying priority intervention areas, which can support more targeted and evidence-based vector control strategies. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Aedes spp., geospatial, Geographic Information System, risk factors, Banda Aceh References: 40 scientific journals, 5 textbooks, and 8 online sources