Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SANIAH SUKMA, ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI NILAM DI KECAMATAN KLUET TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2026

Usahatani nilam di kecamatan kluet tengah memiliki potensi strategis bagi perekonomian masyarakat, namun masih menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks sehingga keberlanjutannya perlu dikaji secara menyeluruh. penelitian ini bertujuan menilai status keberlanjutan usahatani nilam melalui pendekatan multidimensi sekaligus mengidentifikasi atribut kunci yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutannya. metode yang diterapkan adalah rap-pa (rapid appraisal of the status of patchouli) berbasis multidimensional scaling (mds) untuk mengukur tingkat keberlanjutan pada lima dimensi, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan, serta leverage analysis untuk menentukan atribut kunci yang memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan indeks keberlanjutan. hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keberlanjutan usahatani nilam secara multidimensi memperoleh nilai rata-rata 50,28 (cukup berkelanjutan), dengan dimensi ekologi (68,82) dan sosial (53,40) telah mencapai kategori cukup berkelanjutan, sementara dimensi kelembagaan (49,88), teknologi (40,16), dan ekonomi (39,16) masih tergolong kurang berkelanjutan. analisis leverage menegaskan bahwa pengelolaan limbah usahatani, ketidakstabilan harga jual, rendahnya minat generasi muda, serta lemahnya peran kelompok tani dan intensitas penyuluhan merupakan atribut pengungkit yang paling menentukan perubahan status keberlanjutan. temuan ini diharapkan menjadi landasan perumusan kebijakan pembangunan pertanian yang mendukung peningkatan keberlanjutan usahatani nilam di kecamatan kluet tengah, dengan prioritas utama pada dimensi ekonomi, teknologi, dan kelembagaan.



Abstract

Patchouli (nilam) farming in Kluet Tengah District holds strategic potential for the local economy, yet it continues to face complex challenges that require a comprehensive assessment of its sustainability. This study aims to evaluate the sustainability status of patchouli farming through a multidimensional approach and to identify the key attributes that most significantly influence its sustainability. The method applied is Rap-PA (Rapid Appraisal of the Status of Patchouli), based on Multidimensional Scaling (MDS), to measure sustainability levels across five dimensions, namely ecological, economic, social, technological, and institutional, along with leverage analysis to determine the key attributes exerting a significant influence on changes in the sustainability index. The results show that the multidimensional sustainability index of patchouli farming achieved an average value of 50.28 (moderately sustainable), with the ecological dimension (68.82) and social dimension (53.40) already reaching the moderately sustainable category, while the institutional (49.88), technological (40.16), and economic (39.16) dimensions remain in the less sustainable category. The leverage analysis confirms that farm waste management, unstable selling prices, low interest among the younger generation, and the weak role of farmer groups along with limited extension intensity are the most determining leverage attributes affecting changes in sustainability status. These findings are expected to serve as a basis for formulating agricultural development policies that support improved sustainability of patchouli farming in Kluet Tengah District, with primary priority given to the economic, technological, and institutional dimensions.



    SERVICES DESK