Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan serius dalam sistem transportasi darat yang dampaknya tidak hanya mengakibatkan luka dan meninggal dunia bagi pengguna jalan, tetapi juga mengakibatkan kerugian material. oleh karena itu, penelitian keselamatan lalu lintas menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas pada suatu ruas jalan. penelitian ini pada ruas jalan nasional kilometer 85 hingga kilometer 101 yang terletak dalam wilayah administratif kabupaten pidie. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keparahan kecelakaan lalu lintas dan mengidentifikasi lokasi rawan serta memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan data primer dan data sekunder. data primer merupakan data kerusakan permukaan jalan dan data kondisi perlengkapan jalan berdasarkan hasil survei dan pengamatan di lapangan menggunakan daftar periksa audit keselamatan jalan departemen pekerjaan umum. data sekunder merupakan data kecelakaan meninggal dunia, luka berat, luka ringan, dan kerugian material berdasarkan data kecelakaan lalu lintas tahun 2023, 2024, dan 2025 yang diperoleh dari kepolisian resor kabupaten pidie. metode penelitian menggunakan equivalent accident number (ean), batas kontrol atas (bka), dan upper control limit (ucl). metode ean digunakan untuk memberikan bobot tingkat keparahan kecelakaan pada 16 segmen ruas jalan analisis. metode bka dan ucl digunakan untuk menentukan nilai batas kontrol untuk mengidentifikasi apakah suatu segmen ruas jalan termasuk kategori rawan kecelakaan. hasil penelitian menunjukkan segmen km 85 – 86 pada tahun 2023 memiliki ean 168 bka 32,75 ucl 104,38 dan pada tahun 2024 memiliki ean 123 bka 31,74 ucl 81,26 serta segmen km 100 – 101 pada tahun 2025 memiliki ean 36 bka 16,01 ucl 26,90. mengacu pedoman penanganan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas departemen permukiman dan prasarana wilayah maka segmen km 85 – 86 dan km 100 – 101 termasuk kategori lokasi rawan kecelakaan (black site) karena ean berada diatas nilai batas kontrol. upaya penanganan pada kedua segmen tersebut meliputi perbaikan dan pemeliharaan permukaan jalan, perbaikan dan penyediaan rambu lalu lintas, penyediaan dan pengecatan ulang marka, penyediaan penerangan jalan, serta penertiban aktivitas jualan di bahu jalan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS DAN REKOMENDASI PENANGANAN PADA RUAS JALAN NASIONAL KM 85 - KM 101 KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2026
Baca Juga : ANALISIS DAN PENANGANAN TITIK RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS (BLACK SPOT) (STUDI KASUS JALAN NASIONAL LINTAS TIMUR PROVINSI ACEH DI KABUPATEN ACEH UTARA) (Herman, 2016)
Abstract
Traffic accidents are one of the serious problems in the land transportation system, whose impacts not only result in injuries and fatalities for road users but also cause material losses. Therefore, traffic safety research is one of the aspects that needs attention to improve traffic safety on a road segment. This study was conducted on the national road segment from kilometer 85 to kilometer 101, located within the administrative area of Pidie Regency. This research aims to analyze the severity level of traffic accidents, identify accident-prone locations, and provide handling recommendations based on primary and secondary data. Primary data consist of road surface damage data and road equipment condition data based on survey results and field observations using the road safety audit checklist from the Department of Public Works. Secondary data consist of data on fatalities, serious injuries, minor injuries, and material losses based on traffic accident data from 2023, 2024, and 2025 obtained from the Pidie Regency Police Resort. The research methods used are Equivalent Accident Number (EAN), Upper Control Limit (BKA), and Upper Control Limit (UCL). The EAN method is used to assign weights to the severity level of accidents on 16 analyzed road segments. The BKA and UCL methods are used to determine control limit values to identify whether a road segment falls into the accident-prone category. The results show that Segment Km 85–86 in 2023 had an EAN of 168 BKA of 32.75 UCL of 104.38 and in 2024 had an EAN of 123 BKA of 31.74 UCL of 81.26 while Segment Km 100–101 in 2025 had an EAN of 36 BKA of 16.01 UCL of 26.90. Referring to the guidelines for handling accident-prone locations from the Department of Settlement and Regional Infrastructure, Segment Km 85–86 and Km 100–101 are classified as accident-prone locations (black sites) because their EAN values exceed the control limits. Handling efforts for both segments include repair and maintenance of road surfaces, improvement and provision of traffic signs, provision and repainting of markings, provision of street lighting, and regulation of roadside vending activities.