Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MUHAMMAD RAISULKHAIR, PERBAIKAN KINERJA LINK GESER SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK DENGAN PENINGKATAN MUTU PELAT BADAN LINK. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2026

Studi ini didasari oleh tingginya aktivitas seismik di indonesia, khususnya provinsi aceh yang terletak pada wilayah rawan gempa sehingga membutuhkan sistem struktur baja yang mampu menyerap energi gempa secara efektif. studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peningkatan mutu pelat badan (web) terhadap kinerja struktur link geser pada sistem rangka bresing eksentrik (srbe) menggunakan metode elemen hingga berbasis perangkat lunak abaqus. variasi mutu baja yang digunakan meliputi bj 37 sebagai bu-1, bj 41 sebagai bu-2, dan bj 50 sebagai bu-3, dengan fokus penelitian hanya pada perubahan mutu pelat badan tanpa memodifikasi pelat sayap, karena pada link geser distribusi tegangan dan deformasi plastis dominan terjadi pada pelat badan. analisis dilakukan dengan dua jenis pembebanan, yaitu monotonik dan siklik, untuk merepresentasikan kondisi beban statik dan beban gempa. parameter yang ditinjau meliputi kekuatan, kekakuan, daktilitas, serta kemampuan disipasi energi. hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan mutu pelat badan secara signifikan meningkatkan kapasitas geser plastis dan kekakuan awal struktur. bu-3 menghasilkan kapasitas kekuatan tertinggi yaitu 139,01 kn diikuti bu-2 yaitu sebesar 129,02 kn dan yang paling kecil yaitu bu-1 dengan kekuatan 125,64 kn. kemudian, kemampuan disipasi energi juga meningkat di setiap benda uji. bu-1 menghasilkan kemampuan disipasi energi yang paling kecil yaitu 88,99 kn, kemudian bu-2 menghasilkan nilai disipasi energi sebesasr 89,84 kn dan yamg terakhir bu-3 yamg menghasilkan nilai disipasi energi yang paling besar yaitu 94,32 kn. namun, peningkatan mutu baja cenderung menurunkan tingkat daktilitas, bu-1 menghasilkan nilai daktilitas sebesar 189,63 diikuti bu-2 sebesar 135,99 dan yang paling kecil yaitu bu-3 dengan nilai 93,37. perilaku histeretik juga menunjukkan adanya kecenderungan perubahan mekanisme kegagalan pada mutu yang lebih tinggi. bu-1 dan bu-2 mengalami kegagalan pada pelat badan dan bu-3 mengalami kegagalan pada pelat sayap. dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan mutu pelat badan efektif dalam meningkatkan kekuatan dan kekakuan, namun perlu mempertimbangkan aspek daktilitas dan disipasi energi untuk mencapai kinerja struktur tahan gempa yang optimal.



Abstract

This study is motivated by the high seismic activity in Indonesia, particularly in Aceh Province, which is located in an earthquake prone region and therefore requires a structural steel system capable of effectively dissipating seismic energy. This study aims to analyze the effect of web plate strength enhancement on the performance of shear link structures in Eccentrically Braced Frame (EBF) systems using a finite element method implemented in ABAQUS software. The steel grade variations considered include BJ 37 as BU-1, BJ 41 as BU-2, and BJ 50 as BU-3, with the study focusing solely on modifications to the web plate without altering the flange. The analysis was conducted under two types of loading conditions, namely monotonic and cyclic loading, to represent static and seismic loading scenarios. The evaluated parameters include strength, stiffness, ductility, and energy dissipation capacity. The results indicate that increasing the web plate strength significantly enhances the plastic shear capacity and initial stiffness of the structure. BU-3 exhibits the highest strength capacity at 139.01 kN, followed by BU-2 at 129.02 kN, and BU-1 with the lowest strength at 125.64 kN. Furthermore, the energy dissipation capacity increases across all specimens, where BU-1 shows the lowest value of 88.99 kN, BU-2 reaches 89.84 kN, and BU-3 achieves the highest value of 94.32 kN. However, increasing the steel strength tends to reduce ductility, as BU-1 exhibits the highest ductility value of 189.63, followed by BU-2 at 135.99, and BU-3 with the lowest value of 93.37. The hysteretic behavior also indicates a tendency for a shift in failure mechanism at higher strength levels, where BU-1 and BU-2 fail in the web plate, while BU-3 experiences failure in the flange. In conclusion, enhancing the web plate strength is effective in improving strength and stiffness; however, considerations of ductility and energy dissipation are essential to achieve optimal seismic performance.



    SERVICES DESK