Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SYALIZA ADZKIA, INVENTARISASI EMISI GAS RUMAH KACA DARI SEKTOR PERUMAHAN DI KAWASAN PUSAT KOTA BARU WILAYAH KOTA BANDA ACEH UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN RENDAH KARBON. Banda Aceh Fakultas Teknik,2026

Abstrak perubahan iklim akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (grk) menuntut tindakan mitigasi di berbagai sektor, termasuk sektor energi pada kawasan perumahan. aktivitas konsumsi energi pada sektor ini berasal dari bahan bakar memasak dan penggunaan energi listrik yang berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon di perkotaan. penelitian ini bertujuan menghitung dan memetakan emisi grk sektor rumah tangga di kawasan pusat kota baru, kota banda aceh, sebagai dasar pengembangan permukiman rendah karbon. metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan pedoman intergovernmental panel on climate change (ipcc, 2006), dengan data primer yang diperoleh melalui survei rumah tangga dan data sekunder dari badan pusat statistik (bps) serta instansi teknis terkait. nilai emisi dihitung menggunakan emission factor dan net calorific value, kemudian divisualisasikan dalam peta sebaran menggunakan metode inverse distance weighted (idw) pada geographic information system (gis). hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi co₂ rumah tangga di wilayah studi mencapai 267, 69 ton co₂/tahun. emisi didominasi oleh emisi sekunder dari konsumsi listrik sebesar 231, 6 ton co₂/tahun, sedangkan emisi primer dari bahan bakar memasak sebesar 36,1 ton co₂/tahun. secara spasial, emisi tertinggi terkonsentrasi di kelurahan lamlagang, batoh, panteriek, dan geuceu komplek, yang dipengaruhi oleh tingginya konsumsi energi listrik, serta pola konsumsi energi masyarakat. temuan penelitian ini digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan efisiensi energi rumah tangga serta integrasi mitigasi grk di tingkat daerah untuk mendukung pengembangan permukiman rendah karbon di kota banda aceh. penelitian ini menemukan bahwa kepadatan penduduk tidak selalu berbanding lurus dengan besaran emisi yang dihasilkan. kelurahan cot mesjid, dengan kepadatan tertinggi di wilayah studi ternyata menghasilkan emisi dalam kategori rendah. sebaliknya, kelurahan lamdom yang kepadatannya jauh lebih rendah menjadi penghasil emisi tertinggi. temuan tersebut menunjukkan bahwa pola konsumsi energi rumah tangga, memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap besaran emisi dibandingkan tingkat kepadatan penduduk. kata kunci: emisi grk, inventarisasi, sektor perumahan, kota rendah karbon



Abstract

ABSTRACT Climate change caused by the increasing concentration of greenhouse gases (GHG) requires mitigation efforts across various sectors, including the energy sector within residential areas. Energy consumption activities in this sector, particularly electricity use and cooking fuel comsumption, contribute significantly to urban carbon emissions. This study aims to calculate and map household GHG emissions in the New City Center Area of Banda Aceh as a basis for developing low-carbon settlements. The research employs a quantitative descriptive approach based on the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC, 2006) guidelines, using primary data obtained through household surveys and secondary data from the Central Bureau of Statistics (BPS) and relevant technical agencies. Emission values are calculated using the Emission Factor and Net Calorific Value, and the spatial distribution is visualized through the Inverse Distance Weighted (IDW) method within a Geographic Information System (GIS). The results show that the total household CO₂ emissions in the study area reach 267, 69 ton CO₂/year. Emissions are dominated by secondary emissions from electricity consumption amounting to 231,6 ton CO₂/year, while primary emissions from cooking fuel account for 36, 1 ton CO₂/year. Spatially, the highest emissions are concentrated in Lamlagang, Batoh, Panteriek, and Geuceu Komplek, influenced by high electricity consumption, population, population density, and household energy consumption patterns. These findings serve as a basis for formulating household energy efficiency policies and integrating GHG mitigation into regional planning to support the development of low-carbon settlements in Banda Aceh. The study also found that population density is not always directly proportional to the amount of emissions generated. Cot Mesjid Village, despite having the highest population density in the study area, produced relatively low emissions, whereas Lamdom Village, with a lower population density, generated the highest emissions. These findings indicate that household energy consumption patterns have a greater influence on emission levels than population density. Keywords: Greenhouse Gas Emissions, Inventory, Residential Sector, Low-Carbon City



    SERVICES DESK