Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Muhammad Reza Firdaus, HUBUNGAN INDEKS TRIGLISERIDA-GLUKOSA (TYG) DAN KUALITAS TIDUR DENGAN LUARAN KLINIS PADA PASIEN STROKE ISKEMIK. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026

Latar belakang: stroke iskemik merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di indonesia. faktor metabolik seperti indeks trigliserida-glukosa (tyg) dan faktor neuropsikiatrik seperti kualitas tidur diduga memengaruhi luaran klinis, namun kajian yang mengintegrasikan keduanya masih terbatas. tujuan: mengetahui hubungan antara indeks tyg dan kualitas tidur dengan luaran klinis pada pasien stroke iskemik di rsud dr. zainoel abidin banda aceh. metode: penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. subjek penelitian adalah pasien stroke iskemik yang dirawat di rsud dr. zainoel abidin banda aceh pada periode desember 2025-januari 2026. indeks tyg dihitung dari kadar trigliserida dan glukosa darah puasa, kualitas tidur dinilai menggunakan pittsburgh sleep quality index (psqi), dan luaran klinis dinilai menggunakan modified rankin scale (mrs). analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. hasil: sebanyak 80 pasien dianalisis, didominasi laki-laki (60,0%) dan usia ≥60 tahun (51,2%). hipertensi merupakan faktor risiko terbanyak (47,5%). sebagian besar pasien memiliki indeks tyg tinggi (67,5%; rerata 4,78 ± 0,29), kualitas tidur buruk (58,8%), dan luaran klinis buruk (53,8%). analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara indeks tyg dengan luaran klinis (p=0,004; or=4,1; 95% ci: 1,5–11,3) serta antara kualitas tidur dengan luaran klinis (p=0,009; or=3,4; 95% ci: 1,3–8,6). kesimpulan: indeks tyg dan kualitas tidur berhubungan secara bermakna dengan luaran klinis pasien stroke iskemik. temuan ini menunjukkan bahwa resistensi insulin dan kualitas tidur berperan dalam menentukan prognosis stroke, sehingga keduanya dapat dipertimbangkan dalam penilaian klinis pasien stroke iskemik.



Abstract

Background: Ischemic stroke is a leading cause of morbidity and mortality worldwide, including in Indonesia. Metabolic factors such as the Triglyceride-Glucose (TyG) index and neuropsychiatric factors such as sleep quality are thought to influence clinical outcomes; however, studies integrating both remain limited. Objective: To determine the association between the TyG index and sleep quality with clinical outcomes in patients with ischemic stroke at Dr. Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh. Methods: This was an observational analytic study with a cross-sectional design. The study subjects were ischemic stroke patients hospitalized at Dr. Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh, from December 2025 to January 2026. The TyG index was calculated using fasting triglyceride and fasting blood glucose levels. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and clinical outcomes were evaluated using the modified Rankin Scale (mRS). Bivariate analysis was performed using the chi-square test, with a significance level of p < 0.05. Results: A total of 80 patients were analyzed, predominantly male (60.0%) and aged ≥60 years (51.2%). Hypertension was the most common risk factor (47.5%). Most patients had a high TyG index (67.5%; mean 4.78 ± 0.29), poor sleep quality (58.8%), and poor clinical outcomes (53.8%). Bivariate analysis showed a significant association between the TyG index and clinical outcomes (p = 0.004; OR = 4.1; 95% CI: 1.5–11.3), as well as between sleep quality and clinical outcomes (p = 0.009; OR = 3.4; 95% CI: 1.3–8.6). Conclusion: The TyG index and sleep quality are significantly associated with clinical outcomes in patients with ischemic stroke. These findings suggest that insulin resistance and sleep quality play a role in determining stroke prognosis and may be considered in the clinical assessment of ischemic stroke patients.



    SERVICES DESK