Abstrak kota sabang memiliki potensi sumber daya perairan yang tinggi, khususnya pada perikanan karang di wilayah ujong kareueng, pasiran, krueng raya, anoi itam, dan ie meulee. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi aktual serta menilai kinerja domain sosial dan ekonomi dalam implementasi ecosystem approach to fisheries management (eafm). metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei dan wawancara terhadap nelayan ikan karang, dengan analisis berdasarkan modul eafm kkp (2014) menggunakan skala likert dan nilai komposit. hasil penelitian menunjukkan bahwa domain sosial memperoleh nilai komposit 86 (kategori sangat baik), dengan indikator konflik perikanan dan pemanfaatan pengetahuan ekologi tradisional (tek) berada pada kategori sangat baik, sementara partisipasi pemangku kepentingan berada pada kategori sedang. tingginya kinerja sosial didukung oleh peran lembaga adat panglima laot. sebaliknya, domain ekonomi memperoleh nilai komposit 58 (kategori sedang), dengan kepemilikan aset serta pendapatan rumah tangga perikanan pada kategori sedang dan rasio tabungan pada kategori rendah. kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis domain sosial dan ekonomi dalam kerangka eafm pada skala lokal di sabang, serta penekanan pada peran kelembagaan adat (panglima laot) dan pemanfaatan tek sebagai faktor kunci keberhasilan sosial, di tengah masih lemahnya kinerja ekonomi akibat degradasi ekosistem terumbu karang. penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi eafm di sabang telah berjalan baik pada aspek sosial, namun masih memerlukan intervensi pada domain ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pengelolaan perikanan karang yang berkelanjutan. kata kunci: eafm, sosial, ekonomi, perikanan karang, panglima laot, kota sabang
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENILAIAN DOMAIN SOSIAL DAN EKONOMI DALAM IMPLEMENTASI ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT (EAFM) PADA PERIKANAN KARANG DI KOTA SABANG. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2026
Baca Juga : STATUS PENGELOLAAN PERIKANAN TERKAIT DENGAN IMPLEMENTASI EAFM (ECOSYSTEM APPROACH FISHERIES MANAGEMENT) PADA DOMAIN TEKNIK PENANGKAPAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) LAMPULO BANDA ACEH (APRILINA SARAGIH, 2018)
Abstract
ABSTRACT Sabang City has high potential for aquatic resources, particularly in coral fisheries in the areas of Ujong Kareueng, Pasiran, Krueng Raya, Anoi Itam, and Ie Meulee. This study aims to evaluate the actual conditions and assess the performance of the social and economic domains in the implementation of the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). The method used is a quantitative approach through surveys and interviews with coral fish fishermen, with analysis based on the EAFM module of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (2014) using a Likert scale and composite values. The results show that the social domain obtained a composite value of 86 (very good category), with indicators of fisheries conflict and utilization of traditional ecological knowledge (TEK) in the very good category, while stakeholder participation was in the moderate category. High social performance is supported by the role of the Panglima Laot traditional institution. Conversely, the economic domain obtained a composite value of 58 (moderate category), with asset ownership and household income of fisheries in the moderate category and the savings ratio in the low category. The novelty of this research lies in the integration of social and economic domain analysis within the EAFM framework at the local scale in Sabang, as well as the emphasis on the role of customary institutions (Panglima Laot) and the utilization of TEK as key factors for social success, amidst still weak economic performance due to coral reef ecosystem degradation. This study concludes that the implementation of EAFM in Sabang has been successful in the social aspect, but still requires intervention in the economic domain to improve the welfare of fishermen. The results of this study are expected to form the basis for formulating policies for sustainable coral reef fisheries management. Keywords: EAFM, Social, Economic, Coral Fisheries, Panglima Laot, Sabang City