Penelitian ini mengkaji unsur-unsur intrinsik dalam novel seporsi mie ayam sebelum mati karya brian khrisna. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. subjek penelitian ini adalah novel seporsi mie ayam sebelum mati karya brian khrisna. data dalam penelitian ini berupa frasa, kalimat, dan paragraf dalam novel seporsi mie ayam sebelum mati karya brian khrisna. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. data yang diperoleh dianalisis menggunakan beberapa langkah, yaitu memilih dan mengelompokkan kutipan teks yang akan dianalisis, menyajikan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan dari penelitian. hasil analisis data menunjukkan bahwa tema novel seporsi mie ayam sebelum mati adalah tema sosial. tokoh dan penokohan terbagi menjadi tokoh utama dan tokoh tambahan. tokoh utama adalah ale (protagonis). tokoh tambahan adalah ipul (protagonis), murad (protagonis antagonis), pram (protagonis), mami louisse (antagonis), juleha (protagonis), ibu murni (protagonis), pak uju (protagonis), pak jipren (protagonis), dan doni (antagonis). novel ini menggunakan alur campuran. latar tempat yang digunakan adalah tempat-tempat dan wilayah yang ada di jakarta yaitu, apartemen, warkop, sel (penjara), markas murad, bar, kontrakan ipul, rumah ibu murni, toko layangan, jembatan dan slipi. latar waktu yang digunakan, yaitu malam hari, pagi hari, masa lampau, 24 jam, rentang waktu tertentu (satu bulan). latar sosial yaitu berkenaan dengan perundungan, kesehatan mental, realitas pekerja di ibu kota, tekanan sosial, tekanan keluarga, ekonomi masyarakat bawah, dan interaksi sosial. sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama “aku”. amanat yang disampaikan yaitu bersikap menghargai dan tidak memandang rendah orang lain, setiap kegagalan memiliki hikmah, setiap orang memiliki jalan hidup dan waktu keberhasilannya masing-masing dan setiap orang yang hadir dalam hidup bisa membawa pelajaran berharga. gaya bahasa yang terdapat dalam novel ini adalah metafora, simile, hiperbola, personifikasi, asosiasi, simbolik, dan eufemisme.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI KARYA BRIAN KHRISNA. Banda Aceh Fakultas KIP,2026
Baca Juga : ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA (Ucha Riani, 2017)
Abstract
This study examines the intrinsic elements in the novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati by Brian Khrisna. This study uses a qualitative approach. This type of research is descriptive qualitative. The subject of this study is the novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati by Brian Khrisna. The data in this study are phrases, sentences, and paragraphs in the novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati by Brian Khrisna. The data collection technique used is the reading and note-taking technique. The data obtained were analyzed using several steps, namely selecting and grouping text excerpts to be analyzed, presenting data, analyzing data, and drawing conclusions from the research. The results of the data analysis show that the theme of the novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati is a social theme. The characters and characterization are divided into main characters and supporting characters. The main character is Ale (protagonist). Additional characters are Ipul (protagonist), Murad (antagonist), Pram (protagonist), Mami Louisse (antagonist), Juleha (protagonist), Ibu Murni (protagonist), Pak Uju (protagonist), Pak Jipren (protagonist), and Doni (antagonist). This novel uses a mixed plot. The settings used are places and areas in Jakarta, namely, apartments, coffee shops, cells (prisons), Murad's headquarters, bars, Ipul's rented house, Ibu Murni's house, kite shops, bridges and Slipi. The time settings used are night, morning, past, 24 hours, a certain time span (one month). The social settings are related to bullying, mental health, the reality of workers in the capital, social pressure, family pressure, the lower class economy, and social interactions. The point of view used is the first person point of view "I". The message conveyed is to respect and not look down on others, every failure has a lesson, everyone has their own path in life and time of success, and everyone who comes into life can bring valuable lessons. The language styles contained in this novel are metaphor, simile, hyperbole, personification, association, symbolism, and euphemism.
Baca Juga : UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL PERKARA KERAMAT KARYA RAISA KAMILA (MAGHFIRAH, 2025)