Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muhammad Ghufran, KLASIFIKASI DAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN HUTAN PRODUKSI DI KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026

Informasi mengenai perubahan penutupan lahan dapat digunakan sebagai pedoman atau arahan bagi perencanaan dan pengembangan wilayah yang baik dan terpadu. ketersediaan data mengenai tutupan lahan selama kurun waktu tertentu juga sangat penting dalam pengambilan keputusan. penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis penutupan lahan dan menganalisis perubahan penutupan lahan antara tahun 2005, 2015 dan 2025 pada kawasan hutan produksi di kabupaten aceh besar. hasil penelitian menunjukkan bahwasanya jenis penutupan lahan pada kawasan hutan produksi di kabupaten aceh besar terdiri atas 10 kelas penutupan lahan, yaitu hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, hutan tanaman, perkebunan, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering campur, savana/padang rumput, semak belukar, lahan terbuka dan tubuh air. hasil klasifikasi menunjukkan bahwa kawasan hutan produksi di kabupaten aceh besar masih didominasi oleh tutupan hutan, terutama hutan lahan kering primer dan hutan lahan kering sekunder. hasil uji akurasi klasifikasi memperoleh nilai overall accuracy sebesar 87,96% dan nilai kappa accuracy sebesar 85,51%, sehingga hasil klasifikasi dinilai baik dan memenuhi standar akurasi yang ditetapkan oleh usgs. perubahan penutupan lahan pada kawasan hutan produksi di kabupaten aceh besar selama periode tahun 2005–2025 menunjukkan adanya dinamika perubahan yang cukup signifikan pada hampir seluruh kelas penutupan lahan. hutan lahan kering primer mengalami penurunan luas dari 45.640,67 ha pada tahun 2005 menjadi 12.836,71 ha pada tahun 2025. penurunan tersebut mengindikasikan terjadinya degradasi hutan dan perubahan fungsi lahan. hutan tanaman mengalami peningkatan yang cukup besar dari 47,50 ha pada tahun 2005 menjadi 7.043,44 ha pada tahun 2025 yang menunjukkan adanya aktivitas rehabilitasi lahan atau pengembangan hutan tanaman. secara keseluruhan, perubahan penutupan lahan yang terjadi menunjukkan adanya pengaruh aktivitas manusia dalam pemanfaatan kawasan hutan produksi di kabupaten aceh besar selama kurun waktu 20 tahun.



Abstract

Information regarding land cover changes can serve as a guideline for sound and integrated regional planning and development. The availability of land cover data over a specific period is also crucial for decision-making. This study employed a purposive sampling technique. It aimed to classify land cover types and analyze land cover changes between 2005, 2015, and 2025 within the production forest areas of Aceh Besar Regency. The results indicate that land cover types in the production forest areas of Aceh Besar Regency comprise ten classes: primary dryland forest, secondary dryland forest, plantation forest, estate crops, dryland agriculture, mixed dryland agriculture, savanna/grassland, shrubland, open land, and water bodies. Classification results show that the production forest areas in Aceh Besar Regency remain dominated by forest cover, particularly primary and secondary dryland forests. Accuracy assessment yielded an Overall Accuracy of 87.96% and a Kappa Accuracy of 85.51%, indicating that the classification results are satisfactory and meet the accuracy standards established by the USGS. Land cover changes in the production forest areas of Aceh Besar Regency during the 2005–2025 period reveal significant dynamic shifts across nearly all land cover classes. The area of primary dryland forest decreased from 45,640.67 hectares in 2005 to 12,836.71 hectares in 2025; this decline indicates forest degradation and changes in land function. Conversely, plantation forest areas increased substantially from 47.50 hectares in 2005 to 7,043.44 hectares in 2025, reflecting land rehabilitation activities or the development of plantation forests. Overall, the observed land cover changes demonstrate the impact of human activity on the utilization of production forest areas in Aceh Besar Regency over the 20-year period.



    SERVICES DESK