Kota umumnya terbentuk pada wilayah pesisir sebagai pusat konsentrasi pertukaran barang dan jasa. ketertarikan terhadap wilayah konsentrasi menyebabkan permukiman di wilayah pesisir menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah di belakangnya. padahal wilayah pesisir tidak terlepas dari ancaman bahaya yang berasal dari laut seperti tsunami, abrasi dan angin puting beliung. penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah model permukiman wilayah pesisir yang dihadapkan oleh potensi bencana tsunami dengan pertimbangan kerentanan dan kapasitas yang ada dalam suatu wilayah. model ini diharapkan mampu menghindari jatuhnya korban jiwa dan meminimalkan dampak kerugian terhadap harta benda masyarakat. metode penelitian dilakukan dengan metode campuran yakni kuantitatif dan kualitatif melalui teknik kuesioner yang diberikan kepada para pakar dengan jumlah 30 responden dan teknik survei pada lokasi penelitian. data kuesioner diolah dan dianalisis menggunakan smarth-pls sedangkan data survei diolah dan dianalisis secara spasial menggunakan sistem informasi geografi. hasil penelitian menunjukkan bahwa keandalan suatu permukiman pada wilayah pesisir dipengaruhi oleh kondisi tipologi, lokasi, pola dan kepadatan bangunan. keandalan juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pantai, ketersediaan jalur evakuasi dan tempat evakuasi vertikal untuk bencana. untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal masyarakat di lokasi rawan bencana tsunami, maka model hunian bertingkat tinggi dapat dijadikan rujukan dalam rencana pembangunan. model hunian bertingkat tinggi di wilayah pesisir memiliki kapasitas sebagai tempat untuk evakuasi bencana tsunami secara vertikal. hal ini mampu mengurangi kebutuhan pembangunan tempat evakuasi vertikal secara khusus di wilayah pesisir. di samping itu, hunian bertingkat tinggi merupakan wujud kawasan perkotaan yang mencerminkan gaya hidup masyarakat yang lebih modern.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
MODEL PERMUKIMAN KAWASAN PERKOTAAN DALAM MENGHADAPI BAHAYA TSUNAMI. Banda Aceh Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala,2026
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI BERMUKIM MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN BENCANARNTSUNAMI DAN BANJIR ROB (STUDI KASUS: KECAMATAN MEURAXA, KOTA BANDA ACEH) (NABILAH AUFARAIHAN, 2024)
Abstract
Cities are commonly established in coastal areas as hubs for the concentration and exchange of goods and services. The attractiveness of these concentration zones has led to higher settlement intensity in coastal areas compared with inland regions. However, coastal zones are inherently exposed to marine hazards, including tsunamis, coastal erosion, and cyclonic winds. This study aims to develop a coastal settlement model that addresses tsunami risk by incorporating regional vulnerability and capacity considerations. The proposed model is intended to prevent loss of life and minimize damage to community assets. The research employed a mixed-methods approach, integrating quantitative and qualitative techniques. Data were collected through expert questionnaires administered to 30 respondents and field surveys conducted at the study site. Questionnaire data were processed and analyzed using SmartPLS, while survey data were examined through spatial analysis within a Geographic Information System (GIS) framework. The findings indicate that the reliability of coastal settlements is influenced by typological characteristics, location, spatial patterns, and building density. Reliability is also shaped by coastal environmental conditions, the availability of evacuation routes, and access to vertical evacuation facilities. To meet housing needs in tsunami-prone areas, Multi-story housing models may serve as a strategic reference for development planning. Such high-rise housing in coastal zones can simultaneously function as vertical evacuation facilities, thereby reducing the need for purpose-built vertical evacuation structures. Moreover, high-rise residential development represents an urban form aligned with increasingly modern lifestyles.
Baca Juga : TSUNAMI NUMERICAL MODELING AND SYSTEM DYNAMIC DEVELOPMENT IN DISASTER RISK REDUCTION (Tursina, 2025)