Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kemiskinan di wilayah barat dan wilayah timur indonesia pada periode 2015 hingga 2024. metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan random effect model untuk wilayah barat indonesia dan fixed effect model untuk wilayah timur indonesia. variabel yang dianalisis meliputi rata-rata lama sekolah, akses sanitasi layak, tingkat pengangguran terbuka, dan ketimpangan pendapatan (gini ratio) sebagai faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di kedua wilayah, dengan pengaruh yang lebih kuat di wilayah timur indonesia. akses sanitasi layak berpengaruh negatif di wilayah barat, namun menunjukkan pengaruh positif di wilayah timur yang mengindikasikan adanya pola kebijakan responsive-targeting. tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif terhadap kemiskinan di kedua wilayah, menegaskan pentingnya penciptaan lapangan kerja. sementara itu, ketimpangan pendapatan berpengaruh positif di wilayah barat, tetapi tidak signifikan di wilayah timur. temuan ini menunjukkan bahwa kemiskinan di indonesia bersifat heterogen secara spasial, sehingga diperlukan kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih kontekstual dan berbasis karakteristik wilayah. kata kunci: kemiskinan, pendidikan, sanitasi, disparitas wilayah, data panel.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS DETERMINAN KEMISKINAN DI WILAYAH BARAT DAN TIMUR INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2026
Baca Juga : PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN DI WILAYAH SUMATERA (MAULIZAR SARI, 2020)
Abstract
This study aims to analyze the determinants of poverty in western and eastern Indonesia during the period from 2015 to 2024. The method used is panel data regression analysis employing the Random Effects Model for western Indonesia and the Fixed Effects Model for eastern Indonesia. The variables analyzed include average years of schooling, access to adequate sanitation, the open unemployment rate, and income inequality (Gini Ratio) as factors influencing poverty levels. The results indicate that average years of schooling has a negative and significant effect on poverty in both regions, with a stronger effect in eastern Indonesia. Access to adequate sanitation has a negative effect in the western region but a positive effect in the eastern region, suggesting the presence of responsive-targeting policy patterns. The open unemployment rate has a positive effect on poverty in both regions, underscoring the importance of job creation. Meanwhile, income inequality has a positive effect in the western region but is not significant in the eastern region. These findings suggest that poverty in Indonesia is spatially heterogeneous, necessitating poverty alleviation policies that are more context-specific and based on regional characteristics. Keywords: Poverty, Education, Sanitation, Regional Disparities, Panel Data
Baca Juga : PENGARUH ZAKAT DAN INFAQ (SEDEKAH) TERHADAP PENURUNAN KEMISKINAN DI ACEH PERIODE 2007 - 2017 (Toha Afifudin, 2019)