Latar belakang: luka merupakan gangguan diskontinuitas lapisan kulit atau mukosa yang terjadi akibat trauma tajam maupun tumpul dan dapat sembuh apabila melalui seluruh fase penyembuhan luka sesuai waktunya. penyembuhan luka yang terganggu dapat terjadi oleh karena perpanjangan fase tersebut, salah satunya dapat disebabkan oleh kesalahan dalam perawatan luka. penggunaan madu dan hydrogel diketahui efektif dalam perawatan luka. aceh memiliki madu yang bermanfaat dalam penyembuhan luka yakni madu kelulut. beberapa penelitian telah dilakukan namun belum terdapat penelitian mengenai hydrogel madu kelulut aceh, sehingga perlu dilakukan penelitian ini. tujuan penelitian: menilai pengaruh hydrogel dressing madu kelulut aceh terhadap penyembuhan luka mencit. metode penelitian: sebanyak 27 ekor mencit jantan berumur 2-3 bulan dibuat luka pada punggung dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok i dengan pemberian nacl, kelompok ii dengan pemberian madu kelulut aceh murni dan kelompok iii dengan pemberian hydrogel madu kelulut aceh. pemberian perlakuan setiap hari selama 14 hari dan penyembuhan luka dilihat secara makroskopis dan mikroskopis. data makroskopis berupa tampilan luas luka dan data mikroskopis dianalisis menggunakan uji anova dan kruskal wallis untuk menilai perbedaan rata-rata neutrofil, makrofag, miofibroblas, rasio epitelisasi dan ketebalan kolagen setiap kelompok pada hari ke 3, 7 dan 14. hasil penelitian: hasil uji statistik menunjukkan terdapat penurunan yang signifikan pada luas luka, jumlah neutrofil, makrofag dan miofibroblas pada penyembuhan luka mencit pada kelompok hydrogel madu kelulut aceh dan madu kelulut aceh dibandingkan kelompok nacl. sementara rasio epitelisasi pada penyembuhan luka mencit tidak menunjukkan perbedaan pada ketiga perlakuan dan peningkatan jumlah kolagen lebih terlihat pada kelompok madu kelulut aceh dibandingkan hydrogel madu kelulut aceh dan nacl. kesimpulan: penggunaan madu kelulut aceh maupun hydrogel madu kelulut aceh dapat meningkatkan penyembuhan luka dengan menghambat proses inflamasi yang berlebih. kata kunci : hydrogel madu kelulut aceh, madu kelulut aceh, penyembuhan luka, neutrofil, makrofag, miofibroblas, kolagen dan ketebalan epitel setiap kelompok.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
EVALUASI HYDROGEL DRESSING MADU KELULUT ACEH PADA PENYEMBUHAN LUKA MENCIT (MUS MUSCULUS). Banda Aceh Fakultas Kedokteran Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik,2026
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK AIR DAUN KIRINYU (CHROMOLAENA ODORATA) TERHADAP EKSPRESI FIBROBLAST GROWTH FACTOR-2 (FGF-2) PADA FASE 2 PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT RN(MUS MUSCULUS) (Desiree Anggia Paramita, 2025)
Abstract
Background: Wounds are disruptions of the continuity of the skin or mucosal layers caused by sharp or blunt trauma and can heal if all phases of wound repair progress in a timely manner. Impaired wound healing may occur due to prolongation of these phases, one of which can be caused by inappropriate wound care selection. Currently, various wound care methods exist, the use of honey and hydrogel is known to be effective in wound care. Aceh produces kelulut honey, which has benefits in wound healing. Several studies have been conducted, however no research has specifically examined Aceh kelulut honey hydrogel, thus this study was conducted. Objective: To assess the effect of Aceh kelulut honey hydrogel on wound healing in mice. Methods: 27 male mice aged 2–3 months were inflicted with dorsal wounds and divided into three groups. Group I received NaCl, group II received Aceh kelulut honey, and group III received Aceh kelulut honey hydrogel. Treatments were administered daily for 14 days, and wound healing was assessed macroscopically and microscopically. Macroscopic data included wound area measurements, while microscopic data were analyzed using ANOVA and Kruskal Wallis tests to evaluate differences in the mean numbers of neutrophils, macrophages, myofibroblasts, epithelialization ratio, and collagen in each group on days 3, 7, and 14. Results: Significant reduction in wound area, neutrophil, macrophage and myofibroblast count in the Aceh kelulut honey hydrogel and Aceh kelulut honey groups compared with the NaCl group. Meanwhile, the epithelialization ratio did not show differences among the three groups, and an increase in collagen deposition was more evident in the Aceh kelulut honey group compared with the other groups. Conclusion: The use of Aceh kelulut honey and Aceh kelulut honey hydrogel can enhance wound healing by inhibiting excessive inflammatory processes. Keywords : Aceh kelulut honey hydrogel, Aceh kelulut honey, wound healing, neutrophils, macrophages, myofibroblasts, epithelialization ratio, collagen.
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN HEMP OIL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) (JEFFRI SYAHWAL PUTRA, 2025)