Penyakit kronis degeneratif merupakan salah satu masalah kesehatan utama di indonesia yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi keluarga dan kualitas hidup penderita penyakit kronis degeneratif di puskesmas meuraxa, banda aceh. methods: desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode potong lintang (cross-sectional). sebanyak 33 responden yang merupakan peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) dilibatkan dalam studi ini. instrumen yang digunakan adalah kuesioner apgar family untuk menilai fungsi keluarga dan whoqol-bref untuk mengukur kualitas hidup. results: hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (75,76%) memiliki fungsi keluarga yang baik, dan mayoritas (96,97%) menunjukkan kualitas hidup yang baik. analisis bivariat menggunakan uji gamma menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara fungsi keluarga dan kualitas hidup (p = 0,297), meskipun koefisien korelasi sebesar 1,00 mengindikasikan hubungan yang sangat kuat secara arah. conclusion: meskipun tidak signifikan secara statistik, temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam mendukung kualitas hidup pasien secara klinis. oleh karena itu, pendekatan holistik yang melibatkan keluarga perlu dioptimalkan dalam pelayanan kesehatan primer. kata kunci: fungsi keluarga, kualitas hidup, penyakit kronis, prolanis. pelayanan kesehatan primer
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT KRONIS DEGENERATIF DI PUSKESMAS MEURAXA KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2026
Baca Juga : HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA LEPRA DI PUSKESMAS TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2014 (NURMASYITHAH, 2015)
Abstract
Chronic degenerative diseases are one of the significant health problems in Indonesia that significantly impact patients' quality of life. This study aims to investigate the correlation between family functioning and the quality of life of patients with chronic degenerative diseases at Meuraxa Community Health Center in Banda Aceh. Methods: The research design used a quantitative approach using a cross-sectional method. A total of 33 respondents, who were participants in the Chronic Disease Management Program (Prolanis), were involved in this study. The instruments used were the APGAR Family questionnaire to assess family functioning and the WHOQOL-BREF to measure quality of life. Results: The results indicate that the majority of respondents (75.76%) have good family functioning, and the majority of respondents (96.97%) show a good quality of life. Bivariate analysis using the Gamma test indicates that there is no statistically significant correlation between family functioning and quality of life (p = 0.297), although the correlation coefficient of 1.00 indicates a very strong directional relationship. Conclusion: Although not statistically significant, these findings emphasize the important role of the family in clinically supporting patients’ quality of life. Therefore, a holistic approach involving the family needs to be optimized in primary health care services. Keywords: Family Function, Quality of Life, Chronic Degenerative Disease, Prolanis, Primary Health Care