Abstrak risky fitriani. (2026). analisis komposisi motif kerawang gayo pada baju adat tari bines masyarakat gayo lues. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan ismawan, s.sn., m.sn. dan dr. sn. mukhsin putra hafid, s.sn., m.a. kerawang gayo lues merupakan seni sulaman tradisional yang memiliki nilai estetika tinggi dan makna simbolis. namun, di era modernisasi dikhawatirkan komposisi dan makna motif tersebut dapat disalahartikan atau diubah sembarangan. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penempatan motif kerawang gayo lues pada baju adat tari bines. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori formalisme. pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. analisis difokuskan pada unsur visual seperti garis, bentuk, warna, serta prinsip komposisi meliputi keseimbangan, ritme, dan kontras. hasil penelitian menunjukkan bahwa baju adat tari bines terdiri dari tiga bagian utama, yaitu baju lokop, selendang, dan sarung. terdapat sembilan jenis motif utama yang diterapkan, yaitu sesirung, leladu, bunge kipes, sederino, rempelis, mata itik, bunge tulen iken, gegaping, dan pucuk rebung. secara visual, komposisi didominasi oleh bentuk geometris (segitiga, trapesium, garis) dan bentuk organis yang disusun secara simetris dan berulang. penggunaan warna kontras (merah, kuning, hijau, putih) di atas latar hitam menciptakan ritme visual dan keseimbangan yang kuat. setiap motif memiliki penempatan khusus dan makna filosofis yang mendalam terkait adat, agama, dan kehidupan bermasyarakat. komposisi motif kerawang gayo lues tidak dibuat sembarangan melainkan mengikuti aturan adat yang telah ditetapkan. penataannya menciptakan bentuk signifikan yang harmonis dan mencerminkan identitas serta filosofi budaya masyarakat gayo lues, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan agar nilainya tidak hilang. kata kunci : analisis, komposisi, kerawang, tari bines, formalisme.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KOMPOSISI MOTIF KERAWANG GAYO PADA BAJU ADAT TARI BINES MASYARAKAT GAYO LUES. Banda Aceh Fakultas KIP,2026
Baca Juga : ANALISIS BENTUK GERAK TARI BINES DI SANGGAR KENARI KABUPATEN GAYO LUES (Amna Kirana, 2024)
Abstract
ABSTRACT Risky Fitriani. (2026). Analysis Of The Composition Of The Gayo Openwork Motif On The Traditional Bines Dance Clothes Of The Gayo Lues. [Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Ismawan, S.Sn., M.Sn. and Dr. Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. Kerawang Gayo Lues is a traditional embroidery art that has high aesthetic value and symbolic meaning. However, in the industrial era, there is a concern that the composition and meaning of these motifs will be misunderstood or altered. This study aims to describe and analyze the placement of Kerawang Gayo Lues motifs on the traditional costume of the Bines dance. This research uses a qualitative descriptive approach with a Formalism theory perspective. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis focuses on visual elements such as lines, shapes, colors, and composition principles including balance, rhythm, and contrast. The results showed that the Bines dance costume consists of three main parts: baju lokop (top), selendang (scarf), and sarong. There are nine main motifs applied, namely Sesirung, Leladu, Bunge Kipes, Sederino, Rempelis, Mata Itik, Bunge Tulen Iken, Gegaping, and Pucuk Rebung. Visually, the composition is dominated by geometric shapes (triangles, trapezoids, lines) and organic shapes, arranged symmetrically and repetitively. The use of contrasting colors (red, yellow, green, white) on a black background creates a strong visual rhythm and balance. Each motif has a specific placement and deep philosophical meaning related to customs, religion, and social life. The composition of Kerawang Gayo Lues motifs is not arbitrary but follows established traditional rules. The arrangement creates a harmonious "significant form" that reflects the identity and cultural philosophy of the Gayo Lues community, thus requiring preservation so that its values are not lost. Keywords: Analysis, Composition, Kerawang, Bines Dance, Formalism.
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR REMAJA TIDAK TERTARIK DALAM PENGKADERAN KERAJINAN BORDIR KERAWANG GAYO DI DESA SERE KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Nova Juliasari, 2023)