Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Raihan Rahma Hanina, ANALISIS PENANGANAN KESEHATAN MENTAL TERHADAP REMAJA MELALUI PENDEKATAN DYNAMIC GOVERNANCE DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026

Penanganan kesehatan mental terhadap remaja merupakan salah satu isu penting dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. peningkatan kasus kesehatan mental pada remaja di kota banda aceh dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tekanan sosial, lingkungan, serta masih kuatnya stigma masyarakat terhadap gangguan mental. di kota banda aceh isu tentang kesehatan mental khususnya pada remaja belum ditanggapi dengan serius. pemerintah kota banda aceh telah melakukan berbagai upaya melalui penyediaan layanan kesehatan mental, sosialisasi, serta kolaborasi lintas sektor, akan tetapi tetap mengalami hambatan dalam penanganannya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan kesehatan mental remaja di kota banda aceh melalui pendekatan dynamic governance. teori yang digunakan adalah dynamic governance yang menekankan pada kemampuan adaptif pemerintah melalui tiga dimensi utama, yaitu thinking ahead, thinking again, dan thinking across, serta didukung oleh elemen able people, agile processes, dan culture. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan kesehatan mental remaja di kota banda aceh telah berjalan cukup baik dan adaptif, ditandai dengan adanya inovasi layanan seperti konseling daring, kerja sama dengan sekolah, serta perbaikan mekanisme rujukan. namun demikian, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya finansial, keterbatasan infrastruktur dan akses layanan, serta rendahnya tingkat edukasi dan sosialisasi kesehatan mental di masyarakat. oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan yang lebih adaptif, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta edukasi yang berkelanjutan agar layanan kesehatan mental dapat lebih efektif dan mudah diakses oleh remaja. hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah sudah sangat fleksibel dan efektif, akan tetapi tetap terdapat hambatan didalam penanganannya yaitu kurang literasi dan masih tingginya stigma negative terhadap orang dengan gangguan kesehatan mental. kata kunci: kesehatan mental remaja, dynamic governance, pelayanan publik, banda aceh



Abstract

Mental health care for adolescents is a crucial issue in realizing superior and competitive human resources. The rise in mental health cases among adolescents in Banda Aceh City is influenced by various factors, such as social and environmental pressures, as well as the persistent stigma surrounding mental disorders. In Banda Aceh City, mental health issues, particularly among adolescents, have not been taken seriously. The Banda Aceh City Government has made various efforts through the provision of mental health services, outreach, and cross-sector collaboration, but continues to face obstacles in its handling. This study aims to analyze the management of adolescent mental health in Banda Aceh City through a dynamic governance approach. The theory used is dynamic governance, which emphasizes the government's adaptive capacity through three main dimensions: thinking ahead, thinking again, and thinking across, and is supported by elements of able people, agile processes, and culture. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach. The results show that the management of adolescent mental health in Banda Aceh City has been running quite well and is adaptive, marked by service innovations such as online counseling, collaboration with schools, and improvements to referral mechanisms. However, several obstacles remain, such as limited financial resources, limited infrastructure and access to services, and low levels of mental health education and outreach in the community. Therefore, strengthening more adaptive policies, increasing cross- sector collaboration, and ongoing education are needed to make mental health services more effective and accessible to adolescents. Research shows that while government policies are highly flexible and effective, barriers to addressing them remain, including a lack of literacy and the persistently high negative stigma against people with mental health disorders. Keywords: Adolescent Mental Health, Dynamic Governance, Public Service, Banda Aceh.



    SERVICES DESK