Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Laura Agustina, NETWORK GOVERNANCE: ANALISIS CORPORATE SOCIAL RESPONBILITY PERSEROAN TERBATAS SOLUSI BANGUN ANDALAS DALAM MELESTARIKAN LINGKUNGAN DI ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026

Corporate social responsibility (csr) merupakan komitmen perusahaan atau dunia usaha untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menekankan keseimbangan antara kepedulian, ekonomi, sosial dan lingkungan. pt solusi bangun andalas sebagai salah satu perusahaan industri semen di kecamatan lhoknga dan leupung pada pelaksaanaan csr dalam melestarikan di kawasan perusahaan. namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan seperti kurangnya transparansi, koordinasi antar aktor yang belum optimal, serta ketidaksesuaian antara program dan kondisi di lapangan. tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis dan mengindentifikasi hambatan network governance corporate social responbility pt solusi bangun andalas dalam melestaraikan lingkungan masyarakat di aceh besar. penelitian ini menggunakan teori network governance yang menghubungkan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan csr. dengan indikator trust, number of network participants, network goal consensus, dan need for network-level competencies, serta dikaji dalam konsep environmental, social, and governance (esg). hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan csr pt solusi bangun andalas telah melibatkan berbagai aktor dalam jaringan kerja sama yang mencakup perusahaan, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat. program csr pada pilar lingkungan telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah, sanitasi, dan upaya pelestarian lingkungan. namun, pelaksanaan tersebut belum optimal karena masih terdapat kendala berupa kurangnya transparansi informasi, lemahnya koordinasi antar aktor, serta lambatnya respon terhadap keluhan masyarakat. selain itu, realisasi program belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tata kelola jaringan dalam pelaksanaan csr dalam pelestarian lingkungan masih perlu diperkuat agar penerapan konsep esg dapat berjalan secara efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. kata kunci: network governance, corporate social responsibility, lingkungan, esg, pt solusi bangun andalas  



Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) is a commitment by companies or businesses to contribute to sustainable economic development by emphasizing corporate social responsibility and maintaining a balance between economic, social, and environmental concerns. PT Solusi Bangun Andalas, as one of the cement industry companies operating in Lhoknga and Leupung Districts, has implemented CSR programs aimed at environmental preservation within its operational areas. However, in practice, several issues persist, such as a lack of transparency, suboptimal coordination among stakeholders, and discrepancies between program implementation and actual field conditions. This study aims to analyze and identify the obstacles in the Network Governance of Corporate Social Responsibility implemented by PT Solusi Bangun Andalas in environmental preservation within the Aceh Besar community. This research employs Network Governance theory, which emphasizes the relationships among stakeholders in CSR implementation, using indicators such as trust, number of network participants, network goal consensus, and need for network-level competencies, and is further examined through the Environmental, Social, and Governance (ESG) framework. The findings indicate that the CSR implementation by PT Solusi Bangun Andalas has involved multiple stakeholders, including the company, government, non-governmental organizations, and local communities. Environmental CSR programs have been carried out through various initiatives such as waste management, sanitation, and environmental conservation efforts. However, the implementation has not been fully optimal due to several constraints, including limited transparency, weak coordination among stakeholders, and slow responses to community complaints. Furthermore, program realization has not fully aligned with the actual needs of the local community. In conclusion, the network governance in CSR implementation for environmental preservation still requires strengthening to ensure that ESG principles are applied effectively, participatively, and sustainably. Keywords: Network Governance, Corporate Social Responsibility, Environment, ESG, PT Solusi Bangun Andalas



    SERVICES DESK