Intensifikasi pertanian telah secara signifikan meningkatkan beban nutrisi di air permukaan melalui limpasan, menyebabkan eutrofikasi dan degradasi ekosistem. studi ini menyelidiki potensi bioremediasi sianobakteri anabaena dan nostoc, baik secara individu maupun dalam konsorsium (a+n), untuk mengolah limpasan pertanian yang terkontaminasi nitrat dan fosfat. percobaan menggunakan desain acak lengkap dengan empat jenis perlakuan (kontrol, anabaena, nostoc, dan konsorsium a+n) yang dievaluasi setelah 3 hari inkubasi. air limpasan pertanian diinokulasi dengan kultur sianobakteri 15% v/v. parameter kualitas air awal yang diukur pada hari ke-0 adalah: kekeruhan 45,9 ntu, nitrat 9,77 mg/l, fosfat 1,65 mg/l, bod 6,31 mg/l, dan cod 28,25 mg/l. hasil menunjukkan bahwa konsorsium a+n mengungguli perlakuan individu di semua parameter. konsorsium tersebut mencapai pengurangan kekeruhan hingga 4,83 ntu (efisiensi penghilangan 89,48,57%), nitrat hingga 3,17 mg/l (67,55%), fosfat hingga 0,42 mg/l (74,55%), bod hingga 4,71 mg/l (25,36%), dan cod hingga 11,00 mg/l (penghilangan 61,07%). uji t sampel independen dan anova satu arah menunjukkan efek yang sangat signifikan dari jenis perlakuan pada semua parameter (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
RECOVERY AIR LIMPASAN PERTANIAN TERCEMAR NITRAT, FOSFAT, DAN PESTISIDA MELALUI PROSES BIOREMEDIASI CYANOBACTERIA DAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Pengelolaan Lingkungan (S2),2026
Baca Juga : PEMBUATAN SENSOR NITRAT BERBASIS MEMBRAN PVC DENGAN ZAT AKTIF ALIQUOT 336 NITRAT TIPE LARUTAN INTERNAL (Silvanny Putri Sinatra, 2022)
Abstract
Agricultural intensification has significantly increased nutrient loading in surface water through runoff, causing eutrophication and ecosystem degradation. This study investigated the bioremediation potential of cyanobacteria Anabaena and Nostoc, both individually and in consortium (A+N), for treating agricultural runoff contaminated with nitrate and phosphate. The experiment employed a completely randomized design with four treatment types (control, Anabaena, Nostoc, and A+N consortium) evaluated after 3 days of incubation. Agricultural runoff water was inoculated with 15% v/v cyanobacteria culture. Initial water quality parameters measured at day 0 were: turbidity 45,9 NTU, nitrate 9.77 mg/L, phosphate 1.65 mg/L, BOD 6.31 mg/L, and COD 28.25 mg/L. Results demonstrated that the A+N consortium outperformed individual treatments across all parameters. The consortium achieved turbidity reduction to 4.83 NTU (89,48.57% removal efficiency), nitrate to 3.17 mg/L (67,55% removal), phosphate to 0.42 mg/L (74,55% removal), BOD to 4.71 mg/L (25,36% removal), and COD to 11.00 mg/L (61,07% removal). Independent samples t-test and one-way ANOVA revealed highly significant effects of treatment type on all parameters (P < 0.001). These findings demonstrate that synergistic interactions between Anabaena and Nostoc enhance nutrient uptake and organic matter degradation through complementary metabolic pathways and niche differentiation, offering a sustainable and cost-effective solution for agricultural wastewater treatment. Keywords: agricultural runoff, bioremediation, cyanobacteria, water quality, microbial consortium.
Baca Juga : PEMBUATAN MEMBRAN POLIURETAN DARI KARAGENAN (Siti wahidah, 2025)