Hidroksiapatit (hap) merupakan biomaterial yang banyak digunakan karena sifatnya yang biokompatibel, bioaktif, dan menyerupai komponen anorganik utama tulang dan gigi. penelitian ini memanfaatkan limbah cangkang tiram (crassostrea gigas) dari perairan alue naga sebagai sumber kalsium untuk sintesis hap menggunakan metode presipitasi, dengan tujuan mengkaji pengaruh variasi waktu pengadukan terhadap karakteristik hap yang dihasilkan. serbuk cao diperoleh melalui kalsinasi cangkang tiram pada 900 °c selama 6 jam, kemudian dihaluskan dan diayak. sebanyak 15 gram cao dilarutkan dalam 200 ml akuades dan direaksikan dengan larutan h3po4 (perbandingan volume 50:50), lalu diaduk menggunakan magnetic stirrer pada 90 °c dan 350 rpm dengan variasi waktu 25, 50, 75, 100, dan 125 menit. nilai ph campuran diatur hingga ph 9 menggunakan naoh, kemudian dilakukan aging selama 24 jam, pencucian, pengeringan pada 110 °c, dan sintering pada 900 °c selama 2 jam. karakterisasi dilakukan menggunakan xrd untuk identifikasi fasa, kristalinitas, kemurnian, dan ukuran kristal, serta sem-eds untuk morfologi dan komposisi unsur. hasil xrd menunjukkan bahwa hap berhasil terbentuk pada seluruh variasi waktu pengadukan dengan fasa hap dominan (± 90,56 – 92,18 %). nilai kristalinitas meningkat dari 82,41 % (25 menit) dan mencapai nilai tertinggi pada 75 menit sebesar 90,64 %, kemudian menurun pada pengadukan 100 – 125 menit. pola yang sama ditunjukkan oleh nilai kemurnian, dengan nilai tertinggi pada 75 menit sebesar 82,41% %. ukuran kristal berada pada skala nanometer dengan rentang 26,69 – 31,65 nm, dan ukuran terbesar diperoleh pada waktu pengadukan 75 menit (31,65 nm). citra sem memperlihatkan morfologi partikel yang tidak beraturan dan cenderung membentuk aglomerat; namun pada 75 menit partikel tampak lebih halus, granular, dan distribusinya lebih merata dibanding variasi lainnya. dengan demikian, waktu pengadukan 75 menit merupakan kondisi optimum untuk menghasilkan hap dengan kualitas kristal terbaik dan berpotensi untuk aplikasi biomaterial.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SINTESIS HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TIRAM (CRASSOSTREA GIGAS) DI PERAIRAN ALUE NAGA DENGAN VARIASI WAKTU PENGADUKAN MENGGUNAKAN METODE PRESIPITASI. Banda Aceh Fakultas MIPA Fisika,2026
Baca Juga : POLA PERTUMBUHAN TIRAM (CRASSOSTREA SP) DI PERAIRAN ALUE NAGA DAN LAMTENGOH (Lusi Maulida, 2024)
Abstract
Hydroxyapatite (HAp) is a widely used biomaterial due to its biocompatibility, bioactivity, and similarity to the main inorganic components of bones and teeth. This study utilizes oyster shell waste (Crassostrea gigas) from the waters of Alue Naga as a source of calcium for HAp synthesis using the precipitation method, with the aim of examining the effect of stirring time variation on the characteristics of the resulting HAp. CaO powder was obtained by calcining oyster shells at 900 °C for 6 hours, then ground and sieved. A total of 15 grams of CaO was dissolved in 200 ml of distilled water and reacted with
Baca Juga : PEMANFAATAN KALSIUM OKSIDA DARI LIMBAH CANGKANG TIRAM (CRASSOSTREA GIGAS) DI PESISIR ALUE NAGA SEBAGAI ELIMINATOR BIRU METILENA (Adithya Zulfadli Miraza, 2024)