Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fiscal stress, desentralisasi fiskal, belanja daerah, dan perubahan anggaran silpa terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah di indonesia pada tahun anggaran 2022–2023. kinerja keuangan diukur menggunakan informasi surplus atau defisit yang disajikan dalam laporan operasional berbasis akrual. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan pemerintah daerah (lkpd), mencakup dokumen anggaran, laporan realisasi anggaran, dan laporan operasional. sebanyak 189 kabupaten/kota dipilih melalui purposive sampling sehingga menghasilkan 378 observasi, yang kemudian direduksi menjadi 102 observasi setelah tiga tahap penghapusan outlier menggunakan metode boxplot akibat distribusi data yang tidak normal. analisis dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. hasil penelitian menunjukkan bahwa fiscal stress berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, di mana tekanan fiskal yang tinggi menurunkan kemampuan pemerintah daerah dalam menghasilkan kinerja yang optimal. sebaliknya, desentralisasi fiskal, belanja daerah, dan perubahan anggaran silpa tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. temuan ini menegaskan bahwa fiscal stress merupakan faktor dominan dalam memengaruhi kondisi keuangan daerah serta pentingnya pengelolaan kapasitas fiskal secara lebih efektif. kata kunci: desentralisasi fiskal, fiscal stress, kinerja keuangan, belanja daerah, perubahan anggaran silpa
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH FISCAL STRESS, DESENTRALISASI FISKAL, BELANJA DAERAH, DAN PERUBAHAN ANGGARAN SILPA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA TAHUN 2022-2023. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Akuntansi (S1),2026
Baca Juga : PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), BELANJA MODAL, UTANG BELANJA, DAN SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN (SILPA) TERHADAP FISCAL STRESS SE-PROVINSI DI INDONESIA (ANNISA ZIKRA, 2025)
Abstract
ABSTRACT This study aims to analyze the effect of fiscal stress, fiscal decentralization, regional expenditure, and changes in the SiLPA budget on the financial performance of local governments in Indonesia for the fiscal years 2022–2023. Financial performance is measured using the surplus or deficit information presented in the accrual-based operational report. This research employs a quantitative approach using secondary data derived from the Local Government Financial Statements (LKPD), including budget documents, the Budget Realization Report, and the Operational Report. A total of 189 districts and cities were selected using purposive sampling, resulting in 378 observations. After three stages of outlier removal with the boxplot method due to non-normal data distribution, 102 final observations were analyzed. Multiple linear regression was used to test the research hypotheses. The findings reveal that fiscal stress has a significant effect on financial performance, indicating that higher fiscal pressure reduces the ability of local governments to achieve optimal fiscal outcomes. In contrast, fiscal decentralization, regional expenditure, and changes in the SiLPA budget do not have a significant influence on financial performance. These results highlight the dominant role of fiscal stress in shaping financial conditions and emphasize the need for better fiscal capacity management among local governments in Indonesia. Keywords: Fiscal decentralization, Fiscal stress, Financial performance, Regional expenditure, SiLPA budget change
Baca Juga : PENGARUH UKURAN PEMERINTAH, PERUBAHAN ANGGARAN DAN BELANJA MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA (Fadhlul Rahman, 2026)