Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Dolly Jazmi, HUBUNGAN ANTARA INTERLEUKIN 20 SERUM DENGAN SARKOPENIA PADA PASIEN SIROSIS HEPATIS NON VIRAL. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2026

Latar belakang: sirosis hepatis non-viral merupakan penyakit hati kronis progresif yang sering disertai komplikasi sarkopenia, yang berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas. interleukin-20 (il-20), suatu sitokin proinflamasi dari keluarga il-10, diketahui berperan dalam proses inflamasi dan fibrosis hati. namun, hubungan antara il-20 dengan sarkopenia pada sirosis hepatis non-viral belum pernah diteliti. tujuan: mengetahui hubungan kadar il-20 serum dengan kejadian sarkopenia pada pasien sirosis hepatis non-viral di rsudza banda aceh. metode: penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilakukan pada 35 pasien sirosis hepatis non-viral (hbsag dan anti-hcv negatif). kadar il-20 serum diperiksa menggunakan metode elisa. penilaian sarkopenia berdasarkan kriteria awgs 2019 yang meliputi massa otot rangka menggunakan bia, kekuatan genggam tangan (handgrip strength), dan kecepatan jalan 6 meter. analisis data menggunakan uji independent samples t-test dengan nilai p < 0,05. hasil: rerata usia subjek adalah 53,29 ± 9,56 tahun dengan dominasi laki-laki (62,9%). rerata kadar il-20 serum adalah 38,41 ± 17,31 pg/ml. sarkopenia ditemukan pada 20 pasien (57,1%), termasuk sarkopenia berat pada 13 pasien (37,1%). rerata kadar il-20 secara bermakna lebih tinggi pada kelompok sarkopenia (45,39 ± 16,89 pg/ml) dibandingkan kelompok non-sarkopenia (29,11 ± 13,34 pg/ml) (selisih rerata: 16,28 pg/ml; ik 95%: −27,04 hingga −5,52; t = −3,078; p = 0,004). kesimpulan: peningkatan kadar il-20 serum berhubungan secara signifikan dengan kejadian sarkopenia pada sirosis hepatis non-viral, sehingga berpotensi sebagai biomarker inflamasi untuk deteksi dini sarkopenia



Abstract

Background: Non-viral liver cirrhosis is a progressive chronic liver disease frequently complicated by sarcopenia, which is associated with increased morbidity and mortality. Interleukin-20 (IL-20), a pro-inflammatory cytokine of the IL-10 family, has been implicated in hepatic inflammation and fibrosis; however, its relationship with sarcopenia in non-viral liver cirrhosis remains uninvestigated. Objective: To determine the association between serum IL-20 levels and sarcopenia in patients with non-viral liver cirrhosis at RSUDZA Banda Aceh. Methods: An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted involving 35 patients with non-viral liver cirrhosis (HBsAg and anti-HCV negative). Serum IL-20 was measured using ELISA. Sarcopenia was assessed using the AWGS 2019 criteria, encompassing skeletal muscle mass (BIA), handgrip strength, and 6-meter walk speed. Data were analyzed using the independent samples t-test (p < 0.05). Results: The mean age was 53.29 ± 9.56 years with male predominance (62.9%). Mean serum IL-20 was 38.41 ± 17.31 pg/mL. Sarcopenia was identified in 20 patients (57.1%), including severe sarcopenia in 13 (37.1%). Mean IL-20 was significantly higher in the sarcopenic group (45.39 ± 16.89 pg/mL) compared to the non-sarcopenic group (29.11 ± 13.34 pg/mL) (mean difference: 16.28 pg/mL; 95% CI: −27.04 to −5.52; t = −3.078; p = 0.004). Conclusion: Elevated serum IL-20 is significantly associated with sarcopenia in non-viral liver cirrhosis, suggesting its potential as an inflammatory biomarker for early sarcopenia detection



    SERVICES DESK