Rosi nita sari (2026). analisis hambatan dalam pembelajaran sejarah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (suatu penelitian di kabupaten simeulue). (skripsi, universitas syiah kuala). dibawah bimbingan muhammad haikal s. pd., m. pd dan nurasiah, s. pd., m. pd. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran sejarah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3t), serta mengkaji strategi yang diterapkan guru dalam mengatasi mengatasi hambatan tersebut. penelitian ini dilaksanakan di kabupaten simeulue, provinsi aceh, yang secara geografis termasuk wilayah kepulauan dan tergolong daerah 3t. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran sejarah serta dokumentasi pendukung yang relevan. hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama dalam pembelajaran sejarah di kabupaten simeulue meliputi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, seperti minimnya ketersediaan buku teks yang relevan, keterbatasan media pembelajaran, serta akses internet yang belum memadai. selain itu, rendahnya motivasi belajar siswa, kurangnya dukungan belajar, dan terbatasnya media pembelajaran berbasis sejarah lokal turut menjadi faktor penghambat dalam proses pembelajaran. hambatan tersebut berdampak pada rendahnya keaktifan siswa serta kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran sejarah. untuk mengatasi hambatan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi, antara lain dengan memodifikasi materi pembelajaran agar lebih kontekstual, memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sejarah, menerapkan metode pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan partisipasi siswa, serta menggunakan modul pembelajaran sederhana yang disesuaikan dengan kondisi lokal. penelitian ini merekomendasikan perlunya pemerataan fasilitas pendidikan, peningkatan akses teknologi pembelajaran, serta pelatihan berkelanjutan bagi guru sejarah di daerah 3t guna meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah yang kontekstual dan bermakna. kata kunci: pembelajaran sejarah, daerah 3t, hambatan guru, strategi pembelajaran, kabupaten simeulue.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS HAMBATAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI DAERAH TERTINGGAL TERDEPAN DAN TERLUAR (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN SIMEULUE). Banda Aceh ,
Baca Juga : PERBANDINGAN PERFORMA KLASIFIKASI STATUS DAERAH KABUPATEN/KOTA TERTINGGAL DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE EXTREME GRADIENT BOOSTING DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (SHOFIA TURSINA, 2025)
Abstract
Rosi Nita Sari (2026). Analysis of Obstacles in History Learning in Disadvantaged, Frontier, and Outermost Regions (A Study in Simeulue Regency). (Thesis, Syiah Kuala University). Under the supervision of Muhammad Haikal S. Pd., M. Pd and Nurasiah, S. Pd., M. Pd. This study aims to analyze the obstacles faced by teacher in implementing history learning in disadvantaged, frontier, and outermost (3T) regions, as well as to examine the strategies employed to overcome these obstacles. The research was conducted in Simeulue Regency, Aceh Province, which is geographically classified as an archipelagic and 3T region. This study employed a gualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews with history teachers and supported by relevant documentation. The results indicate that the main obstacles in history learning in Simeulue Regency include limited educational facilities and infrastructure, such as the lack of relevant textbooks, insufficient learning media, and inadequate internet access. In addition, low student learning motivation, limited support form the learning environment, and the absence of local history-based learning media also hinder the effectiveness of history instruction. These constraints negatively affect student angegement and limit the achievement of history learning abjectives. To address these challenges, teachers implemented several strategies, including adapting learning materials to be more contextual, utilizing the surrounding environment as a source of historical learning, appling cooperative learning methods to enhance student participation, and optimizing the use of simple learning modules tailored to local conditions. This study recomemends the equitable distribution of educational facilities, improved access to learning technologies and continuous professional development for history teacher in 3T regions to enhance the quality of contextual and meaningful history learning. Keyword: History Learning, 3T Region, Teacher Constrsints, Learning Strategies, Simeulue Regency.