Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
RIZALUL IHSAN, PENDUGAAN KUALITAS PLIEK-U SECARA NON DESTRUKTIF DENGAN TEKNIK PENGOLAHAN CITRA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026

Pliek-u atau patarana merupakan produk tradisional khas aceh yang berasal dari ampas kelapa hasil fermentasi setelah diambil minyaknya. proses pembuatannya melibatkan penjemuran hingga ampas tersebut kering dan berubah warna menjadi kecokelatan. sebagai pangan fungsional, mutu pliek-u sangat bergantung pada tingkat kematangan bahan baku, durasi fermentasi, serta teknik pengolahannya. selama ini, pengujian kualitas pliek-u umumnya menggunakan metode destruktif yang mengharuskan sampel rusak atau berubah bentuk sehingga tidak dapat digunakan kembali. untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang penggunaan metode non-destruktif berbasis teknik pengolahan citra digital dalam pengujian kualitas pliek-u. penelitian ini dilaksanakan di laboratorium instrumentasi dan energi, universitas syiah kuala, dengan menganalisis 15 sampel pliek-u yang diperoleh dari berbagai pasar di banda aceh. setiap sampel difoto sebanyak enam kali sehingga diperoleh total 90 citra, yang kemudian dibagi menjadi data training (60 citra) dan data testing (30 citra). ekstraksi parameter warna dilakukan menggunakan perangkat lunak mvtec halcon untuk mendapatkan nilai rgb dan hsi. parameter kualitas yang dikaji adalah kadar air dan ph. kadar air metode destruktif diuji dengan moisture analyzer dan kadar ph diuji dengan phmeter. pemodelan dilakukan dengan menghubungkan parameter warna dari 60 citra dengan setiap parameter kualitas, kemudian dilakukan pengujian terhadap 30 citra. validasi hasil prediksi dilakukan dengan melihat nilai r-square dan mean absolute error (mae). hasil penelitian menunjukkan bahwa ke-15 sampel yang diperoleh dari beberapa pasar rakyat di kota banda aceh dan kabupaten aceh besar mempunyai variasi kadar air dari 8,38—25,29% dan ph dari 2,6—5,2. variasi kadar air pliek-u antar sampel lebih besar dari variasi ph yang dapat dilihat dari besarnya nilai standar deviasi kadar air pliek-u sebesar 5,37. pemodelan setiap parameter warna dengan parameter kualitas pliek-u menghasilkan 6 model untuk prediksi kadar air dan 6 model untuk prediksi ph. model terbaik untuk pendugaan kadar air pliek-u diperoleh pada model menggunakan parameter warna hue (h) dengan nilai r² tertinggi sebesar 0,3896 dan nilai mae 3,27. adapun model terbaik untuk pendugaan ph pliek-u diperoleh pada model menggunakan parameter warna blue (b) nilai r² tertinggi sebesar 0,3222 dan nilai mae 0,46. berdasarkan r² yang masih di bawah 0,5 atau mendekati 0, kedua model tersebut belum cukup baik. oleh karena itu perlu penelitian lanjutan untuk menemukan model dengan performansi yang lebih baik



Abstract

Pliek-u or patarana is a traditional Acehnese product made from coconut pulp residue (dregs) that has been fermented after the oil has been extracted. The production process involves sun-drying the pulp residue until it becomes dry and turns brown. As a functional food, the quality of pliek-u highly depends on the maturity level of the raw material, fermentation duration, and processing techniques. To date, quality testing of pliek-u has generally used destructive methods that require the sample to be damaged or altered in shape, rendering it unusable afterward. To address this issue, this study aims to explore the potential of using a non-destructive method based on digital image processing techniques for pliek-u quality testing. This research was conducted at the Instrumentation and Energy Laboratory, Universitas Syiah Kuala, by analyzing 15 pliek-u samples obtained from various markets in Banda Aceh. Each sample was photographed six times, yielding a total of 90 images, which were then divided into training data (60 images) and testing data (30 images). Color parameter extraction was performed using MVTec HALCON software to obtain RGB and HSI values. The quality parameters examined were moisture content and pH. Moisture content using destructive methods was tested with a moisture analyzer, and pH was tested with a pH meter. Modeling was performed by correlating the color parameters from the 60 images with each quality parameter, followed by testing on the 30 images. Prediction results were validated using R-square and mean absolute error (MAE). The results showed that the 15 samples obtained from several traditional markets in Banda Aceh City and Aceh Besar District had moisture content variations ranging from 8.38–25.29% and pH values ranging from 2.6–5.2. The variation in moisture content between samples was greater than the variation in pH, as seen from the standard deviation value for pliek-u moisture content of 5.37. Modeling each color parameter with pliek-u quality parameters produced 6 models for predicting moisture content and 6 models for predicting pH. The best model for predicting pliek-u moisture content was obtained using the Hue (H) color parameter, with the highest R² value of 0.3896 and an MAE of 3.27. The best model for predicting pliek-u pH was obtained using the Blue (B) color parameter, with the highest R² value of 0.3222 and an MAE of 0.46. Since the R² values are still below 0.5 or close to 0, both models are not yet sufficiently good. Therefore, further research is needed to find a model with better performance.



    SERVICES DESK