Telah dilakukan penelitian untuk pemetaan sisa-sisa bangunan benteng kuta lubok dengan menggunakan metode very low frequency (vlf) di desa lamreh, mesjid raya, aceh besar. metode vlf adalah metode elektromagnetik yang memanfaatkan gelombang radio yang berfrekuensi rendah (15-30 khz). pada penelitian ini data tilt dan ellips medan magnetik dari frekuensi 22.3 khz dan 18.3 khz diukur dengan distribusi station mencakupi luasan areal sisa-sisa bangunan benteng. data pengukuran menunjukkan nilai tilt dan ellips bervariasi secara spasial yang mengindikasikan keberadaan sisa-sisa bangunan benteng. anomali nilai tilt dan ellips menunjukkan adanya kelurusan pola kontur sepanjang 22 lintasan pengukuran kearah timur pada daerah yang tidak ada sisa-sisa bangunan benteng diatas permukaan. berdasarkan nilai tilt tersebut dihitung juga nilai rapat muatan dengan perhitungan karous-hjelt. kelurusan pola kontur ini dipertegas dengan nilai rapat muatan yang rendah di sepanjang lintasan pengukuran. berdasarkan analisa data tersebut, sisa-sisa bangunan benteng tidak hanya berada di lokasi bangunan benteng, tetapi juga menunjukkan adanya indikasi sisa-sisa bangunan benteng terbentang luas kearah timur pada garis pantai sepanjang 420 m. kata kunci : very low frequency (vlf). nilai tilt, arkeologi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INTERPRETASI DATA VERY LOW FREQUENCY (VLF) PADA KAWASAN BENTENG KUTA LUBOK, LAMREH, ACEH BESAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2015
Baca Juga : INTERPRETASI DATA VERY LOW FREQUENCY (VLF) PADA KAWASAN BENTENG KUTA LUBOK, LAMREH, ACEH BESAR (Nasrul, 2015)
Abstract
Baca Juga : IDENTIFIKASI BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DI KAWASAN BENTENG KUTA BATEE, TRUMON, ACEH SELATAN (Fitria Rahmadhani, 2016)