Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Nola omy trilaksry, PENERAPAN BUSANA MODEST FASHION DENGAN MOTIF ICONIC DI ACEH BARAT. Banda Aceh Fakultas KIP PKK,2026

Berkembangnya tren modest fashion di kalangan muslimah indonesia mendorong kebutuhan akan busana yang tidak hanya memenuhi prinsip kesopanan, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas budaya lokal. meskipun aceh dikenal memiliki beragam motif tradisional, hingga saat ini wilayah aceh barat belum memiliki motif khas yang terdokumentasi maupun dikembangkan secara khusus. kondisi tersebut menjadi latar belakang penelitian ini, yang mendorong peneliti untuk menciptakan motif khas aceh barat dan menerapkannya pada busana muslimah. jamaah perempuan majelis pengajian tauhid tasawuf (mptt) dipilih sebagai subjek penelitian karena memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap motif dan detail estetis pada busana, sehingga penilaian mereka menjadi penting dalam menilai keberterimaan desain yang dikembangkan. penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan membuat busana modest fashion dengan menerapkan motif khas aceh barat yang terinspirasi dari elemen arsitektur masjid agung baitul makmur meulaboh, serta mengetahui tanggapan informan mptt terhadap desain busana yang dihasilkan. metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kualitatif, yang meliputi tahapan observasi lapangan, pengembangan desain, pemilihan bahan, pembuatan pola, proses konstruksi busana, dan evaluasi produk. observasi difokuskan pada elemen visual seperti motif bunga, bentuk tiang kolom, dan ornamen arsitektural yang memiliki nilai estetis dan filosofis. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan lima informan yang merupakan anggota dan pengurus mptt. hasil penelitian menunjukkan bahwa peneliti berhasil menghasilkan dua desain busana modest fashion menggunakan teknik bordir sebagai media penerapan motif. desain pertama menampilkan motif bunga dengan kombinasi warna cokelat muda dan aksen rimpel untuk memberikan kesan feminin. desain kedua mengombinasikan motif tiang kolom dan daun dengan warna terakota sehingga menciptakan tampilan yang lebih formal dan berwibawa. kedua busana menggunakan bahan sifon arab yang jatuh, tidak menerawang, dan nyaman digunakan. berdasarkan penilaian informan, kedua desain dinilai menarik, sesuai dengan prinsip modest fashion, nyaman dikenakan, serta mampu merepresentasikan identitas budaya meulaboh. dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan dan penerapan motif khas aceh barat pada busana muslimah dapat diterima dengan baik oleh jamaah mptt dan berpotensi menjadi media pelestarian budaya lokal melalui fashion. kata kunci: modest fashion, motif aceh barat, bordir, busana muslimah, pelestarian budaya.



Abstract

The growing trend of modest fashion among Indonesian Muslim women demands clothing that is not only modest but also capable of representing local cultural identity. Although Aceh possesses a rich variety of traditional motifs, the Meulaboh area of West Aceh has not yet developed or documented a distinctive regional motif. This condition encouraged the researcher to create a characteristic West Aceh motif that can be applied to Muslim women’s fashion. This study particularly involves members of the Majelis Pengajian Tauhid Tasawuf (MPTT), as they have a strong interest in motifs, making their evaluations highly significant to the research. The purpose of this study is to design and produce modest fashion garments by applying a distinctive West Aceh motif inspired by architectural elements of the Baitul Makmur Grand Mosque in Meulaboh, and to examine the responses of MPTT informants to the resulting designs. The research employed an experimental method with a qualitative approach, including field observation, design development, material selection, pattern making, garment construction, and product evaluation. Observations focused on floral motifs, column forms, and architectural ornaments with aesthetic and philosophical values. Interviews were conducted with five informants who are members and administrators of MPTT. The results of the study produced two modest fashion designs using embroidery techniques. The first design features a floral motif combined with light brown tones and ruffle accents to create a feminine appearance. The second design combines column and leaf motifs in terracotta tones, conveying a formal and dignified impression. Both garments were made using Arab chiffon fabric, which drapes well and is non-transparent. Based on the informants’ evaluations, both designs were considered attractive, in accordance with modest fashion principles, comfortable to wear, and capable of representing Meulaboh’s cultural identity. This study successfully created and applied a distinctive West Aceh motif in Muslim women’s fashion and demonstrates that the motif was well received by MPTT members. The application of this motif has the potential to support the preservation of local culture through fashion. Keywords: Modest Fashion, Aceh Barat Motif, Embroidery, Muslim Women’s Clothing, Cultural Preservation.



    SERVICES DESK