Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
IRVATUL MAIDA PUTRI, PEMENUHAN HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Hukum,2026

Pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan di lembaga pembinaan khusus anak (lpka) kelas ii banda aceh merupakan hak fundamental yang wajib diberikan kepada setiap anak yang sedang menjalani pembinaan. hak tersebut secara tegas tercantum dalam pasal 12 huruf c undang-undang nomor 22 tahun 2022 tentang pemasyarakatan serta pasal 85 ayat (2) undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. meskipun demikian, pemenuhan hak pendidikan di lpka kelas ii banda aceh masih belum terlaksana sepenuhnya secara optimal. hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan, sehingga berakibat pada hak pendidikan yang diterima oleh anak binaan berbeda dengan anak yang tidak memiliki status hukum, serta juga berakibat pada masa depan anak binaan. penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan di lpka kelas ii banda aceh. selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk menjelaskan hambatan pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan di lpka kelas ii banda aceh, dan menjelaskan upaya pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan di lpka kelas ii banda aceh. metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. data penelitian diperoleh dari data primer berupa hasil wawancara dengan responden dan informan, serta data sekunder berupa literatur kepustakaan, mencakup buku teks, jurnal, teori, dan peraturan perundang-undangan. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi anak binaan di lpka kelas ii banda aceh diberikan melalui pusat kegiatan belajar masyarakat yang disingkat pkbm meutuah lpka yang berada di bawah koordinasi dinas pendidikan dan kebudayaan aceh besar. pendidikan yang diselenggarakan merupakan pendidikan non formal menuju pendidikan formal berupa program pedidikan kesetaraan dan keaksaraan, dengan pembelajaran fleksibel oleh tenaga pendidik internal serta evaluasi melalui ujian di lpka dan di smk negeri 1 mubarkeya. namun, dalam pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah hambatan, khususnya keterbatasan tenaga pendidik, kendala administrasi, dan kurangnya fasilitas pembelajaran. untuk mengatasi hambatan tersebut, lpka telah melakukan berbagai upaya, yaitu kerja sama dengan beberapa stakeholder seperti dinas pendidikan dan kebudayaan, perguruan tinggi, serta dibutuhkan pula peran keluarga oleh anak binaan. disarankan kepada pihak lpka kelas ii banda aceh, dinas pendidikan dan kebudayaan aceh besar, serta lembaga pendidikan untuk terus mengoptimalkan pemenuhan hak pendidikan anak binaan melalui penambahan tenaga pendidik, perbaikan fasilitas, serta dukungan keluarga anak binaan.



Abstract

Fulfilment of the right to education for juvenile inmates at the Class II Banda Aceh Special Child Development Institution (LPKA) constitutes a fundamental right that must be provided to every child undergoing rehabilitation. This right is explicitly stipulated in Article 12 letter (c) of Law Number 22 of 2022 concerning Corrections and Article 85 paragraph (2) of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. Nevertheless, the fulfilment of educational rights at LPKA Class II Banda Aceh has not yet been fully implemented in an optimal manner. This condition is caused by various obstacles in the provision of educational rights for juvenile inmates, which consequently results in disparities between the educational rights received by juvenile inmates and those received by children without legal status, thereby also affecting the future prospects of these juvenile inmates. This research aims to explain the fulfilment of the right to education for juvenile inmates at LPKA Class II Banda Aceh. In addition, the research also seeks to identify the obstacles in fulfilling the educational rights of juvenile inmates at LPKA Class II Banda Aceh and to analyze the efforts undertaken to ensure the fulfilment of such rights. The research method employed is empirical juridical research. The research data were obtained from primary data in the form of interviews with respondents and informants, as well as secondary data derived from library research, including textbooks, academic journals, theoretical works, and statutory regulations. The results of the research indicate that the fulfilment of educational rights for juvenile inmates at LPKA Class II Banda Aceh is provided through the Community Learning Activity Center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM) Meutuah LPKA, which operates under the coordination of the Aceh Besar Department of Education and Culture. The education provided constitutes non-formal education oriented toward formal education through equivalency education and literacy programs, implemented through flexible learning facilitated by internal educators. The evaluation process is conducted through examinations held at LPKA and at SMK Negeri 1 Mubarkeya. However, its implementation still encounters several obstacles, particularly the limited number of educators, administrative constraints, and insufficient learning facilities. To address these challenges, LPKA has undertaken several efforts, including cooperation with various stakeholders such as the Department of Education and Culture, higher education institutions, and the involvement of the families of juvenile inmates. It is therefore recommended that LPKA Class II Banda Aceh, the Aceh Besar Department of Education and Culture, and educational institutions continue to optimize the fulfilment of educational rights for juvenile inmates by increasing the number of educators, improving educational facilities, and strengthening family support for the juvenile inmates.



    SERVICES DESK