Luka adalah putusnya kontinuitas jaringan kulit dan mampu menyebabkan hilangnya fungsi organ baik sebagian maupun menyeluruh. tingginya kadar glukosa pada penderita diabetes melitus (dm) akan menghambat proses kesembuhan luka. luka dapat diatasi dengan tanaman obat seperti daun kersen. daun kersen memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan tanin. kandungan tersebut memiliki peran sebagai antiinflamasi, antioksidan, hipoglikemik, dan antibakteri. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim ekstrak daun kersen (muntingia calabura l.) pada proses penyembuhan luka incisi pada kulit tikus putih (rattus norvegicus) dengan diabetes melitus. penelitian ini menggunakan 60 ekor tikus putih (rattus norvegicus) jantan, berusia 2-3 bulan, berat badan 150-200 yang dibagi menjadi lima kelompok. semua kelompok diinduksi streptozootocin 45 mg/kg bb secara intraperitoneal dan dibuat luka incisi dibuat di area paravetebral sepanjang 2 cm dengan kedalaman 2 mm. metode penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (ral) yang terdiri dari p1 sebagai kontrol negatif dengan bahan dasar krim dan aquades, p2 sebagai kontrol positif diberikan krim silver sulfadiazin 0,1% secara topikal dan metformin dosis 4,5 mg/kg bb secara oral, p3, p4, dan p5. secara berurut diberikan krim ekstrak daun kersen 5%, 10%, dan 15% secara topikal dan ekstrak daun kersen 2 ml dengan dosis 450 mg/kg bb secara oral. luka incisi diberi perlakuan 2 kali dalam sehari. sampel luka kulit pada hari ke-3, 7, 14, dan 21 diberikan pewarnaan masson’s trichrome. hasil uji anova menunjukkan bahwa pemberian krim dan ekstrak daun kersen secara signifikan mempengaruhi jumlah pembuluh darah baru, kepadatan jaringan ikat kolagen dan reepitelisasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian krim ekstrak daun kersen konsentrasi 15% meningkatkan pertumbuhan pembuluh darah baru pada hari ke-3 dan ke-7. pada hari ke-7, konsentrasi 5%, 10%, dan 15% juga meningkatkan kepadatan jaringan ikat kolagen. selanjutnya, pada hari ke-14 konsentrasi 15% kembali meningkatkan kepadatan jaringan ikat kolagen, sedangkan pada hari ke-21 konsentrasi 10% dan 15% meningkatkan kepadatan jaringan ikat kolagen, dengan konsentrasi 15% terbukti mampu mempercepat reepitelisasi pada tikus putih diabetes melitus. kata kunci: angiogenesis, ekstrak daun kersen, kolagen, luka, reepitelisasi,
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) PADA LUKA INCISI KULIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELLITUS DENGAN PEWARNAAN MASSON’S TRICHROME. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2026
Baca Juga : AKTIVITAS KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA. L) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA TIKUS (RATTUS NOVERGICUS) INDUKSI DIABETES MELLITUS (Nurlena Andalia, 2023)
Abstract
A wound is defined as the disruption of skin tissue continuity, which may result in partial or complete loss of organ function. Elevated glucose levels in individuals with diabetes mellitus (DM) impair the wound healing process. Wounds can be treated with medicinal plants such as kersen leaves. Kersen leaves contain bioactive compounds such as flavonoids, saponins, and tannins. These compounds play important roles as anti-inflammatory, antioxidant, hypoglycemic, and antibacterial agents. This study aimed to evaluate the effectiveness of kersen (Muntingia calabura L.) leaf extract cream in the healing process of incision wounds in the skin of diabetic white rats (Rattus norvegicus). Sixty male white rats (Rattus norvegicus), aged 2–3 months and weighing 150–200 g, were used in this study and randomly allocated into five groups. All groups were intraperitoneally induced with streptozotocin at a dose of 45 mg/kg body weight. Subsequently, incision wounds were created in the paravertebral area, measuring 2 cm in length and 2 mm in depth. The experimental design employed a completely randomized design (CRD), consisting of five groups. P1 served as the negative control, treated with base cream and distilled water. P2 served as the positive control, treated with 0.1% silver sulfadiazine cream topically and metformin at a dose of 4.5 mg/kg body weight orally. Groups P3, P4, and P5 were sequentially treated with kersen (Muntingia calabura L.) leaf extract cream at concentrations of 5%, 10%, and 15% topically, along with oral administration of kersen leaf extract (2 ml) at a dose of 450 mg/kg body weight. The incision wounds were treated twice daily. Skin wound samples collected on days 3, 7, 14, and 21 were stained using Masson’s trichrome. The ANAVA test results demonstrated that the administration of kersen leaf extract cream significantly affected the formation of new blood vessels, collagen connective tissue density, and re-epithelialization. The study further revealed that treatment with 15% kersen leaf extract cream significantly increased the formation of new blood vessels on days 3 and 7. On day 7, concentrations of 5%, 10%, and 15% also enhanced collagen connective tissue density. Moreover, on day 14, the 15% concentration again promoted an increase in collagen connective tissue density. On day 21, concentrations of 10% and 15% increased collagen connective tissue density, while the 15% concentration was additionally proven to accelerate re-epithelialization in diabetic white rats. Keywords: Angiogenesis, collagen, kersen leaf extract, reepithelialization, wound
Baca Juga : REEPITELISASI LUKA BAKAR DERAJAT II PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIBERIKAN KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) (Asprilia Marhamah, 2024)