Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Cut Aderiza Anggina, PREDIKSI WAKTU PARTUS PADA SAPI ACEH MELALUI PENGAMATAN KLINIS, PERILAKU DAN PENGUKURAN METABOLIT KORTISOL PADA SAPI ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2026

Ringkasan prediksi waktu partus pada sapi aceh melalui pengamatan klinis, perilaku dan pengukuran metabolit kortisol pada sapi aceh kesejahteraan hewan merupakan prinsip penting dalam pemeliharaan hewan termasuk sapi, khususnya pada saat partus. pada sapi yang sedang mengalami partus, kadar kortisol cenderung meningkat sebagai respons terhadap stres fisik dan emosional yang terjadi, maka pemantauan kadar kortisol pada sapi terutama pada fase kritis seperti partus sangat penting untuk mendeteksi kemungkinan gangguan atau komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan dan produktivitas sapi setelah kelahiran. tujuan penelitian ini untuk memprediksi waktu partus pada sapi aceh melalui pengamatan gejala klinis, perilaku gelisah dan pengukuran kadar metabolit kortisol dalam feses (non-invasif). pengamatan dilakukan pada periode empat minggu sebelum partus hingga satu minggu setelah partus untuk melihat perubahan perilaku dan fisiologis yang terjadi menjelang kelahiran. gejala klinis yang diamati adalah perubahan ambing dan vulva. penilaian dilakukan menggunakan sistem skoring visual ordinal yang setiap parameter dinilai berdasarkan tingkat perubahan morfologis. skor ambing dan vulva dibagi menjadi empat tingkat, mulai dari kondisi normal hingga kondisi maksimal menjelang partus. perilaku sapi menjelang partus dinilai menggunakan sistem skoring perilaku gelisah. skor gelisah diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat, mulai dari kondisi tenang hingga sangat gelisah. pengukuran parameter fisiologis dilakukan melalui analisis kadar metabolit kortisol dalam feses sebagai metode non-invasif untuk meminimalkan stres tambahan pada hewan. sampel feses dikoleksi secara langsung setelah defekasi, diekstraksi menggunakan pelarut etanol, kemudian dianalisis menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (elisa). hasil pengamatan gejala klinis menunjukkan bahwa perubahan fisik seperti pembengkakan ambing dan vulva semakin jelas seiring mendekatnya waktu partus. saat menjelang partus sapi juga menunjukkan perubahan perilaku berupa peningkatan intensitas gelisah dan cenderung berkurangnya nafsu makan. hasil analisis terhadap gejala klinis pada ambing dan vulva yang dianalisis menggunakan uji nonparametrik friedman menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada perubahan ambing antar waktu pengamatan (p < 0,001) dan vulva (p < 0,002). hasil analisis terhadap perilaku gelisah menggunakan uji friedman menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antarperiode pengamatan (p < 0,05), dengan kecenderungan peningkatan skor gelisah pada minggu-minggu terakhir sebelum partus. pengukuran kadar metabolit kortisol feses menunjukkan bahwa sebelum partus sapi aceh memiliki nilai rata-rata sebesar 20,07 ± 3,38 sedangkan setelah partus nilai rata-rata menurun menjadi 14,14 ± 4,87. analisis perbedaan kadar metabolit kortisol feses sebelum dan setelah partus menggunakan uji wilcoxon signed-rank test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). kesimpulan penelitian ini adalah bahwa perubahan gejala klinis, peningkatan perilaku gelisah dan perubahan kadar metabolit kortisol terjadi secara paralel menjelang partus. kombinasi pengamatan klinis, perilaku dan parameter fisiologis ini dapat digunakan sebagai pendekatan yang efektif dalam memprediksi waktu partus pada sapi aceh. kata kunci: sapi aceh, partus, gejala klinis, perilaku gelisah, metabolit kortisol  



Abstract

SUMMARY PREDICTION OF PARTURITION TIME IN ACEH CATTLE BASED ON CLINICAL, BEHAVIORAL OBSERVATIONS AND MEASUREMENT OF CORTISOL METABOLITES Animal welfare is an important principle in cattle management, particularly during critical stages such as parturition. During parturition, cortisol levels tend to increase in response to physical and emotional stress; therefore, monitoring cortisol levels is important to detect potential disturbances or complications that may affect postpartum health and productivity. This study aimed to predict the timing of parturition in aceh cattle through the observation of clinical signs, restlessness behavior, and the measurement of fecal cortisol metabolites using a non-invasive method. Observations were conducted from four weeks before parturition until one week after parturition. Clinical signs observed included changes in the udder and vulva, assessed using a visual ordinal scoring system based on the degree of morphological change. Udder and vulva scores were divided into four levels, ranging from normal condition to maximal changes approaching parturition. Restlessness behavior was evaluated using a behavioral scoring system, with scores ranging from calm to highly restless. Physiological parameters were assessed by measuring fecal cortisol metabolite concentrations. Fecal samples were collected immediately after defecation, extracted with ethanol, and analyzed using the Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. The results showed that udder and vulvar swelling became more pronounced as parturition approached. Cows also exhibited increased restlessness and reduced feed intake near parturition. Friedman test analysis revealed significant differences in udder (p < 0.001), vulvar changes (p < 0.002), and restlessness behavior across observation periods (p < 0.05). Fecal cortisol metabolite concentrations decreased from 20.07 ± 3.38 before parturition to 14.14 ± 4.87 after parturition, with a significant difference confirmed by the Wilcoxon signed-rank test (p < 0.05). In conclusion, changes in clinical signs, restlessness behavior, and fecal cortisol metabolite levels occurred concurrently prior to parturition. The combined assessment of clinical, behavioral, and physiological parameters is an effective approach for predicting the timing of parturition in aceh cattle. Keywords: Aceh cattle, parturition, clinical signs, restless behavior, cortisol metabolites  



    SERVICES DESK